Bagaimana nasib pabrik tersebut setelah Juni 2015?
Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan pihak GM tidak akan menjual pabrik tersebut setelah berhenti beroperasi. Namun, belum ada keputusan yang bisa diambil ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saleh mengatakan, GM bakal segera merealisasikan kerjasamanya dengan pabrikan otomotif asal Tiongkok, Wuling dalam waktu dekat ini. Tidak menutup kemungkinan pabrik tersebut bisa digunakan untuk keperluan investasinya mendatang.
"Di sisi lain, GM ini kan akan memproduksi produk dari Tiongkok merek Wuling, tentu kami juga berpikir, bisa saja kalau PHK-nya selesai, kemudian bisa dimanfaatkan di pabrik tersebutβ," kata Saleh.
βSementara itu, Plt Presiden Direktur GM Indonesia, Pranav Bhatt mengatakan, pihaknya belum memiliki rencana apa-apa terkait nasib pabriknya nanti pasca penutupan pabrik. Pihaknya masih fokus terkait tenaga kerja di pabrik GM yang berjumlah 500 orang.
β"Apa yang kita lakukan adalah mengikuti standar GM, kita akan menawarkan GM Spin aset ke semua entitas GM, mungkin mereka bisa menggunakan, tapi kita perlu studi untuk melakukan itu," kata Pranav.
Pabrik di Pondok Ungu, Bekasi dibuka pada 1995, kemudian berhenti produksi pada t2005. Kemudian fasilitas produksi di Pondok Ungu diaktifkan kembali pada Mei 2013 untuk memproduksi mobil MPV Chevrolet Spin. Pabrik Bekasi saat ini memproduksi Chevrolet Spin untuk kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor di Asia Tenggara.
(zul/hen)











































