Ada Anggaran Rp 100 M Buat Pabrik Tekstil yang Mesinnya Sudah Tua, Mau?

Ada Anggaran Rp 100 M Buat Pabrik Tekstil yang Mesinnya Sudah Tua, Mau?

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2015 16:19 WIB
Ada Anggaran Rp 100 M Buat Pabrik Tekstil yang Mesinnya Sudah Tua, Mau?
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan pengembangan dan produktivitas 3 sektor industri utama padat karya yaitu tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki hingga penyamakan kulit.

Tahun ini Kemenperin menganggarkan Rp 100 miliar guna membantu para pelaku usaha merestrukturisasi mesin peralatan industri yang dinilai sudah tua.

Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat meluncurkan kembali program Restrukturisasi Mesin Peralatan Industri tahun anggaran 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam acara beberapa perwakilan usaha seperti Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat, perwakilan Asosiasi Persepatuan Indonesia dan perwakilan Asosiasi Penyamakan Kulit serta pejabat eselon I Kemenperin seperti Dirjen Basis Industri Manufaktur Harjanto.

"Saya launching kembali program restrukturisasi dan revitalisasi mesin dan peralatan industri TPT dan alas kaki tahun anggaran 2015. Semoga program ini tepat sasaran dan industri tekstil kita tumbuh sesuai harapan. Totalnya Rp 100 miliar," papar Husin di Ruang Rajawali Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (4/03/2015).

Jumlah anggaran ini diakui Husin tidak meningkat dibandingkan tahun lalu. Ia menjelaskan mekanisme pembagian bantuan ini diberikan maksimal Rp 3 miliar kepada setiap perusahaan atau hitungannya 10% dari nilai beli mesin baru.

Namun ada sejumlah catatan terkait pemberian bantuan ini. Perusahaan wajib mendaftarkan diri ke Kemenperin. Setelah mesin baru dibeli, para pelaku usaha akan disurvei oleh petugas Kemenperin dan dilakukan verifikasi terhadap mesin yang telah dibeli. Bila hasil verifikasi sesuai maka bantuan akan digelontorkan.

Husin menjelaskan sejak pertama kali program ini digelar tahun 2007 hingga tahun 2014, pemerintah secara total telah mengguyur Rp 1,18 triliun.

Program ini diakui Husin telah mendorong dan menstimulus kegiatan investasi yang dilakukan dunia usaha sebesar Rp 14,84 triliun dengan kenaikan sebesar 6-10% dan efisiensi energi sebesar 5-9%. Kemudian penyerapan tenaga kerja baru sebesar 241.000 lebih.

Sedangkan nilai ekspor industri TPT tahun 2014 lalu sebesar US$ 9,13 miliar atau masih surplus dibandingkan impor sebesar US$ 5,8 miliar. Sedangkan ekspor industri alas kaki dan penyamakan kulit di tahun 2014 mencapai US$ 2,9 miliar atau surplus dibandingkan impornya sebesar US$ 0,9 miliar.

"Sektor industri TPT sangat berperan besar di dalam memperoleh devisa negara kita. Penyerapan tenaga kerja 15,1% dari total tenaga kerja yang diserap di sektor manufaktur serta sumbangan terhadap PDB sebesar 1,8%," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads