Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produksi mobil di dalam negeri bervariasi, namun masih banyak komponen yang diimpor. Walaupun ada yang sudah punya kandungan komponen lokal sampai 80%, namun bagian-bagian komponennya masih ada yang harus diimpor seperti produk hulu besi dan plastik.
Pemerintah meminta pabrikan otomotif dalam negeri untuk terus menggunakan produk dalam negeri. Menteri Perindustrian Saleh Husin memanggil salah satu produsen kendaraan asal Jepang, Toyota, hari ini ke kantornya.
Wakil Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menuturkan, industri komponen yang mendukung jalannya bisnis Toyota masih menggunakan bahan baku yang diimpor. Sehingga angka impor untuk industri hilir komponen masih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, komponen baja sebagai salah satu material penting untuk produksi kendaraan, bahan bakunya masih diimpor. "Misalnya bijih besinya itu diimpor. Atau bijih plastik juga," katanya.
Warih mengatakan Menperin Saleh Husin mendorong industri-industri komponen juga produsen mobil di dalam negeri untuk mengembangkan lebih banyak lagi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam memproduksi kendaraan.
"Artinya beberapa barang penting yang kita masih impor itu diproduksi di dalam negeri," katanya.
Di tempat yang sama Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kemenperin Soerjono menuturkan hal senada. Toyota diharapkan bisa memperdalam struktur industrinya dengan menggunakan komponen di dalam negeri termasuk produk turunannya.
"Kalau ditanya komponennya 80% lokal. Ternyata di komponennya beli material itu lebih banyak impor. Ini yang diimbau, kalau nggak, impor kita tetap tinggi," kata Soerjono.
Pada tahun lalu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam penggunaan komponen lokal, untuk produksi pabrik Karawang II yang memproduksi jenis sedan Etios Valco, dan All New Vios & Limo akan menggunakan komponen lokal 55% - 60%.
Sedangkan di pabrik Karawang I memproduksi model MPV dan SUV dengan penggunaan komponen lokal Kijang Innova mencapai 80% dan Fortuner 55%
(zul/hen)











































