Keputusan tersebut dilakukan karena pemerintah akan membuka kran impor gula mentah atau gula rafinasi. Dampak dari impor ini membuat harga gula tebu jatuh padahal pabrik gula pelat merah dan swasta dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki periode giling.
"Kita sudah tutup 1 pabrik gula, tapi kita juga akan tutup 1 lagi karena adanya rencana impor gula rafinasi. Dalam waktu dekat yakni Mei-Juni kita masuk musim giling," kata Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro kepada detikFinance Sabtu (21/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun ada komitmen dari regulator namun gula rafinasi tetap merembes ke pasar," ujarnya.
Jika pabrik gula jadi ditutup, setidaknya RNI akan merumahkan 3.000 karyawan dan 2.000 petani tebu akan kesulitan menjual tebunya karena pabrik menghentikan operasi.
"Banyak korban di petani dan pekerja. Pekerja akan kena PHK," jelasnya.
(feb/ang)











































