Keran Impor Gula Rafinasi Dibuka, BUMN Ini Bisa Tutup Pabrik

Keran Impor Gula Rafinasi Dibuka, BUMN Ini Bisa Tutup Pabrik

- detikFinance
Sabtu, 21 Mar 2015 10:50 WIB
Keran Impor Gula Rafinasi Dibuka, BUMN Ini Bisa Tutup Pabrik
Ilustrasi Foto Pabrik Gula (Suhendra/detikFinance)
Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berencana menutup 1 pabrik gula di daerah Cirebon, Jawa Barat. Penutupan ini menyusul penutupan serupa yang telah dilakukan perseroan.

Keputusan tersebut dilakukan karena pemerintah akan membuka kran impor gula mentah atau gula rafinasi. Dampak dari impor ini membuat harga gula tebu jatuh padahal pabrik gula pelat merah dan swasta dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki periode giling.

"Kita sudah tutup 1 pabrik gula, tapi kita juga akan tutup 1 lagi karena adanya rencana impor gula rafinasi. Dalam waktu dekat yakni Mei-Juni kita masuk musim giling," kata Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro kepada detikFinance Sabtu (21/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu, lanjut Ismed, BUMN gula termasuk RNI terkena imbas negatif dari impor gula rafinasi. Gula rafinasi yang ditujukan ke sektor industri merembes alias bocor ke pasar konsumen. Akibatnya harga gula jatuh. Dampak juga dirasakan oleh petani tebu.

"Meskipun ada komitmen dari regulator namun gula rafinasi tetap merembes ke pasar," ujarnya.

Jika pabrik gula jadi ditutup, setidaknya RNI akan merumahkan 3.000 karyawan dan 2.000 petani tebu akan kesulitan menjual tebunya karena pabrik menghentikan operasi.

"Banyak korban di petani dan pekerja. Pekerja akan kena PHK," jelasnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads