Miris, Jumlah Pabrik Gula RI Sekarang Tak Sebanyak di Zaman Belanda

Miris, Jumlah Pabrik Gula RI Sekarang Tak Sebanyak di Zaman Belanda

- detikFinance
Kamis, 26 Mar 2015 14:05 WIB
Miris, Jumlah Pabrik Gula RI Sekarang Tak Sebanyak di Zaman Belanda
Jakarta - Indonesia masih mengimpor gula dalam, bahkan persentase kenaikan impor selama 2001-2011 mencapai 130%. Ini terjadi karena produksi gula dalam negeri yang stagnan.

"Sejak 2001-2011, laju impor gula kita mencapai 130,71%, atau naik 9,71% per tahun. Sangat tinggi," ujar Direktur International Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) Rina Oktabiani ditemui di kantor Institute Development for Economics and Finance (Indef), Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Rina mengatakan, pada 2001 produksi gula nasional mencapai 1,8 juta ton dengan impor 240.122 ton. Namun pada akhir 2011, produksi gula nasional relatif stagnan di 1,82 juta ton sementara impornya mencapai 2,3 7 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi gula nasional memang stagnan sementara kebutuhan gula selalu meningkat seiring terus tumbuhnya ekonomi Indonesia. Dibarengi dengan meningkatnya pendapatan rakyat Indonesia terutama dari kelas ekonomi menengah," kata Guru Besar Institut Pertanian Bogor ini.

Ia menyebutkan, produksi gula nasional yang stagnan tidak lepas dari jumlah pabrik gula yang makin sedikit. Mesin-mesin yang digunakan bahkan masih banyak yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda.

"Jumlah pabrik gula kita jauh lebih banyak ketika di masa penjajahan. Pada 1930, jumlah pabrik gula mencapai 1.799. Sementara pada 2009 jumlahnya tinggal tersisa 61. Kemudian pada 2012 hanya nambah 1 menjadi 62," ungkapnya.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads