GarudaFood Siapkan Rp 550 Miliar untuk Investasi Pabrik dan Mesin

GarudaFood Siapkan Rp 550 Miliar untuk Investasi Pabrik dan Mesin

- detikFinance
Jumat, 27 Mar 2015 20:22 WIB
GarudaFood Siapkan Rp 550 Miliar untuk Investasi Pabrik dan Mesin
Menperin Saleh Husin
Gresik - GarudaFood, perusahaan makanan dan minuman di bawah Tudung Group melakukan ekspansi pabrik di tahun ini. Nilai investasinya mencapai Rp 550 miliar dalam rangka merespons pesatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman.

"Rp 550 miliar adalah investasi kami untuk tahun ini," kata Presiden Komisaris GarudaFood Dorodjatun Kuntjoro Jakti dalam sambutannya saat Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengunjungi pabrik GarudaFood Putra-Putri Jaya Divisi Biskuit di Gresik, Jawa Timur, Jumat (27/3/2015).

Dorodjatun mengatakan, investasi sebesar itu akan digunakan untuk membangun pabrik, menambah mesin produksi, dan perluasan distribusi. Saat ini, GarudaFood telah mempunyai 15 pabrik yang tersebar antara lain di Jatim, Jateng, Jabar, Banten, Kalsel, Lampung, Riau, bahkan hingga di India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"GarudaFood mempunyai produk varian sebanyak 170 produk," kata Dorodjatun.

Ia menambahkan GarudaFood telah berdiri sejak 1976 telah mempunyai 348 franchise dan 162 depo. Produk GarudaFood yang diklaim kebanyakan berharga di bawah Rp 1.000 itu juga sudah diekspor ke negara lain seperti China, India, Australia, dan negara ASEAN lainnya.

"Tak muluk-muluk, kami ingin jadi nomor 2 di Indonesia untuk produk makanan dan minuman," kata Dorodjatun.

Di tempat yang sama, Menperin Saleh Husin meminta agar industri makanan dan minuman lebih memilih dan memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal. Bahkan Saleh menawarkan agar industri makanan dan minuman juga menggunakan bahan baku dari daerah asalnya Pulau Rote, NTT.

"Di daerah saya banyak kacang dan hasil pertanian lain yang bisa diolah jadi makanan atau minuman," ujar Saleh sambil tertawa.

Ia menegaskan bahwa tidak ada gunanya mengekspor bahan mentah, bahan mentah tersebut sebaiknya diolah jadi bahan jadi yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi untuk diekspor. Menurutnya industri makanan minuman di Indonesia sudah mampu melakukannya.

Menurut Saleh, industri makanan dan minuman merupakan salah satu industri penting karena pertumbuhannya yang mencapai 7,3% per tahun. Pemerintah bakal memberi insentif seperti fiskal seperti tax holiday, dan lainnya.

"Insentif akan diberikan dan kami juga menerima masukan," kata Saleh.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads