Sebelum meresmikan dua lini produksi tersebut, CCAI telah memproduksi minuman jenis minuman ringan berkarbonasi, teh, jus, serta minuman isotonik sebanyak 190 juta liter per tahun dalam dua line produksi. Targetnya akan bertambah menjadi 450 juta liter per tahun.
Presiden Direktu CCAI, Kadir Gunduz mengatakan, selain meresmikan dua lini produksi tersebut, dalam waktu dekat perusahaan pun bakal segera mengoperasikan lini produksi yang baru, sehingga total menjadi 5 lini produksi. Investasi US$ 500 juta atau Rp 6,5 triliun untuk 3 tahun mencakup 2 lini produksi yang baru diresmikan dan rencana penambahan 1 lini baru tahun ini, totalnya ada 5 lini produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penambahan investasi sebesar US$ 500 juta atau setara Rp 6,5 triliun dalam 3 tahun ke depan, Coca Cola berjanji akan lebih ekspansif menjamah pasar Indonesia.
Saat ini, dikatakan Kadir, di segmen minuman berkarbonasi, produk Coca-Cola termasuk Fanta dan Sprite masih menjadi raja dengan menguasai 60% pangsa pasar di Indonesia.
"Tentu kita berharap akan ada peningkatan market share dalam hal ini," tuturnya.
Saat ini Coca Cola memperkerjakan 12.000 orang secara langsung, dan secara tak langsung mencapai 48.000 orang. Adanya investasi baru akan menambah tenaga kerja 75.000 orang dalam 3 tahun ke depan.
(zul/hen)











































