"Ini pengusaha nakal sok nasionalis. Ini pasti merembes. Apakah yang awasi Kemendag dan Kemenperin? Mereka yang izinkan impor. Hampir ada kebocaran di wilayah kecil. Di sana ada gula rafinasi," kata Anggota DPR Komisi IV Sudin saat rapat kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Ia meminta agar pemerintah, melalui Mentan, memperketat pengeluaran izin impor gula rafinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang impor benar impor jadi 1,5 juta ton. Total awalnya 600.000 ton. Saat rapat terbatas malah diusulkan 2,4 juta ton. Itu rekomendasikan Kemeperin," ujar Amran.
Kementan bersama Kemenperin dan Kemendag akan menjatuhkan sanksi tegas kepada importir bila gula merembes ke pasar ritel. Pihaknya akan mengawasi secara ketat distribusi gula mentah.
"Kita minta dikirim kangsung ke pabrik pengguna. Kesepakatan dengan Kemendag dan Kemenperin. Izin impor akan dicabut dan masuk black list (kalau ada kebocoran)," tegas Amran.
(feb/hds)











































