Perusahaan Ini Bikin Robot 2 Tangan, Bisa Gantikan Manusia di Pabrik

Perusahaan Ini Bikin Robot 2 Tangan, Bisa Gantikan Manusia di Pabrik

- detikFinance
Rabu, 15 Apr 2015 10:28 WIB
Perusahaan Ini Bikin Robot 2 Tangan, Bisa Gantikan Manusia di Pabrik
Jakarta - Perusahaan multinasional bidang energi dan teknologi otomatisasi asal Swiss, ABB membuat robot dua-tangan pertama di dunia bernama YuMi, yang memiliki fungsi kolaboratif untuk penggunaan industri khususnya pabrik elektronika. Robot yang bisa membantu manusia di pabrik ini diperkenalkan dalam ajang pameran teknologi industri terbesar di dunia, Hannover Messe, Jerman.

Robot YuMi merupakan strategi ABB menghadirkan era baru kerja sama kolaboratif antara manusia dan robot, yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas yang sama dengan rekan manusianya sembari memastikan keselamatan orang-orang di sekitarnya.

β€œKini telah hadir era baru kerjasama manusia dengan robot, dan dengan bangga kami menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari strategi Next Level yang kami terapkan,” kata CEO ABB Ulrich Spiesshofer dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spiesshofer mengatakan robot YuMi merupakan realisasi dari mimpi kolaborasi manusia dan robot menjadi kenyataan. Pihaknya membuat robot Yumi melalui proses penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun.

YuMi dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen di industri elektronika secara fleksibel dan tangkas, teknologi ini dapat digunakan untuk proses perakitan komponen kecil dalam sektor industri apa pun berkat kedua lengannya yang fleksibel, sistem masukan komponen yang universal, sistem peletakan komponen berbasis kamera, sistem programming lead-through, serta sistem kontrol gerak dengan tingkat ketepatan yang sangat mengagumkan.

Robot ini dapat dioperasikan berdampingan dengan manusia berkat desainnya yang aman. Robot ini memiliki rangka magnesium yang ringan tetapi kokoh, dilapisi dengan casing plastik yang terbungkus bantalan empuk untuk meredam gaya yang ditimbulkan dari gerakannya.

YuMi juga memiliki ukuran yang ringkas, sesuai dengan dimensi serta pergerakan manusia, sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi manusia yang menjadi rekan kerjanya.

Robot canggih ini bisa mendeteksi adanya dampak yang tidak seharusnya terjadi, seperti tabrakan dengan rekan kerja manusia, robot ini dapat segera menghentikan gerakannya dalam hitungan milidetik. YuMi dapat segera dioperasikan kembali semudah menekan tombol "play" pada remote control. YuMi juga tidak memiliki pinch points, sehingga tidak ada resiko bahaya pada manusia selagi lengannya mengayun terbuka dan tertutup.

Sebelumnya ada tahun 1974, ABB memperkenalkan robot industrial pertama di dunia yang dikendalikan dengan microprocessor dan beroperasi secara elektrik, yang menjadi tonggak dimulainya revolusi robotik modern. Saat ini ABB mengoperasikan lebih dari 250,000 robot di seluruh dunia.

Dengan teknologi otomatisasi robotik, memungkinkan penerapan otomatisasi oleh robot pada lebih banyak proses industrial.

Ia mengatakan sejumlah wilayah produksi tengah berubah dengan cepat, khususnya di industri elektronik, di mana terjadi lonjakan permintaan produk melebihi jumlah pekerja ahli yang tersedia.

Menunurutnya seiring dengan menurunnya nilai yang diperoleh industri dari penggunaan metode perakitan konvensional, banyak perusahaan menyadari nilai strategis dan ekonomis dari investasi untuk solusi industrial baru.

Berdasarkan hasil riset dari BCG Research, memprediksikan di 2025, adopsi teknologi tinggi robotik akan mendorong produktivitas industri hingga 30% dalam berbagai sektor industri, serta memangkas biaya pekerja sebesar 18% atau lebih di berbagai negara, seperti Korea Selatan, China, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads