Curhat Pengusaha Mebel ke Jokowi: Tak Dilirik Bank BUMN dan Tingginya Bunga Kredit

Curhat Pengusaha Mebel ke Jokowi: Tak Dilirik Bank BUMN dan Tingginya Bunga Kredit

- detikFinance
Rabu, 15 Apr 2015 17:40 WIB
Curhat Pengusaha Mebel ke Jokowi: Tak Dilirik Bank BUMN dan Tingginya Bunga Kredit
Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) mengeluh soal kesulitannya mendapat akses pendanaan dari perbankan, terutama bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua Umum AMKRI Sunoto mengatakan, selain sulit dapat pendanaan, kadang bunga yang ditawarkan bank juga cukup tinggi sehingga 'mencekik' pengusaha.

"Pengusaha furniture dan handycraft industri kecil itu harus diberi akses yang sama terhadap perbankan. Jumlah kreditnya tidak sama no problem, tapi aksesnya harus sama," katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, selama ini para pengusaha kecil ini juga sering tak dianggap oleh perbankan BUMN. Akibatnya akses untuk menambah modal menjadi terbatas.

"Bank pelat merah masih berikan (pandangan) negatif terhadap pengusaha furniture dan handycraft," ujarnya.

Selain itu, suku bunga kredit yang diberikan kepada para pengusaha kecil ini juga cukup besar. Sunoto menduga bank mengambil untung besar dari tingginya suku bunga ini.

"Bahwa di tempat orang (swasta) deposito 6%. Kenapa harus di (bunga kredit) 12%. Bunga (deposito) 9% itu saja bank sudah untung besar," ujarnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads