Penyebabnya karena produk ponsel Panasonic kalah bersaing dengan ponsel merek lain seperti Korea Selatan (Samsung dan LG) hingga Eropa.
Associate Executive Director PT Panasonic Gobel Indonesia Heru Santoso mengatakan, Panasonic memang menghentikan peredaran produk ponselnyaβ di Indonesia. Salah satu produk Panasonic yang dulu sempat beredar di Indonesia adalah ponsel kecil sebesar korek api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru menuturkan, produk ponsel besutan Jepang tak kuat bersaing dengan produk ponsel buatan Korea Selatan, Eropa atau Amerika yang kini beredar global termasuk Indonesia. Menurutnya, ponsel Panasonic hanya laku di pasar domestik, yaitu Jepang.
"Kenyataannya demikian (sulit bersaing). Salah satu yang terkendala bukan hanya Panasonic ya, produk Jepang lainnya juga. Mungkin kalau kita lihat produk handphone yang ada di Jepang itu untuk pasar domestik," jelasnya.
Pemerintah bakal βmenerapkan aturan ponsel-ponsel yang beredar di Indonesia harus memiliki 70% komponen lokal di 2017. Meski ini bisa menjadi pasar potensial bagi Panasonic untuk kembali bersaing di pasaran, namun Heru mengatakan, Panasonic punya cara lain.
"Panasonic lebih mengarahkan ke komputer tablet, seperti iPad begitu. Penekanannya lebih ke sana" tuturnya.
(zul/hen)











































