"Citilink berterimakasih dengan adanya penilaian dari Kementerian Perhubungan soal laporan keuangan maskapai penerbangan. Namun mengenai ekuitas negatif dan terancam dibekukan tidak benar," kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar, di Jakarta Jumat (8/5/2015).
Benny mengatakan, hal itu terkait dengan pemberitaan salah satu media massa yang mengutip pernyataan Menhub Ignasius Jonan, bahwa ekuitas Citilink minus 75%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, equity yang positif karena ada corporate action dari pemegang saham atau Garuda Indonesia berupa penambahan modal. Hal itu dilakukan guna melanjutkan ekspansi bisnis mengingat selama dua tahun terakhir, secara operasional memberikan trend yang membaik. Terbukti sudah membukukan pendapatan positif pada kuartal I-2015.
Mengenai angka-angka yang lebih detail, Benny mengatakan,untuk lebih jelasnya harus menunggu hasil analis meeting bulanan dari pemegang saham.
"Jika rapat analis meeting sudah memiliki seluruh data tentang kinerja perusahaan dan anak perusahaan, maka angka tersebut baru bisa dipublikasi oleh pihak Garuda Indonesia sendiri," katanya.
Benny menambahkan, terkait pertumbuhan penumpang Citilink tiga tahun terakhir, sebagai bukti pertumbuhan yang luar biasa terutama di kuartal I-2015 saat maskapai penerbangan mengalami masa paceklik tetapi Citilink bisa tumbuh.
Pada 2012 Citilink menerbangkan 2,8 juta penumpang. Setahun kemudian meningkat menjadi 5,4 juta penumpang dan di akhir 2014 mampu menerbangkan 7,6 juta penumpang. Di 2015 Citilink menargetkan 11,2 juta penumpang.
"Jumlah pesawat juga terus bertambah dari 9 pesawat di 2012 menjadi 34 pesawat di April 2015," tutup Benny.
(rrd/hen)











































