Miris, Mesin Pabrik Gula di Indonesia Banyak yang Uzur

Miris, Mesin Pabrik Gula di Indonesia Banyak yang Uzur

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 19:22 WIB
Miris, Mesin Pabrik Gula di Indonesia Banyak yang Uzur
Yogyakarta - Sebagian besar pabrik gula di Indonesia menggunakan mesin-mesin lama. Agar produksi meningkat dan bisa bersaing dengan negara tetangga, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta pemerintah menganti mesin-mesin pabrik gula.

Dari 63 pabrik gula yang ada di Indonesia, sebagian besar mesinnya sudah tidak maksimal bekerja.

"Mesinnya perlu diganti atau dirombak karena sudah tua," kata Muhammad Nur Khabsyin, Wakil Sekretaris Jendral APTRI di sela-sela acara Rakernas di Hotel Univesity Yogyakarta (UIN Sunan Kalijaga), di Sambilegi Maguwoharjo, Selasa (12/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, Indonesia memiliki 63 pabrik gula. Dari jumlah itu, 52 pabrik merupakan milik BUMN. Sedangkan sisanya milik swasta dengan kondisi lebih bagus. Mesin pabrik gula yang dimiliki oleh BUMN itu perlu dirombak, karena sudah tua.

"Kita perlu merombak mesin karena ada kebocoran saat pengilingan tebu. Kadar gulanya turun," katanya.

Dia mengatakan saat ini rendemen masih berada pada 7%. Sementara di negeri tetangga seperti Thailand, rendemen tebu mencapai 12%. Artinya, mesin yang dipakai untuk mengolah bahan dasar tebu menjadi gula cukup bagus di negeri tetangga.

"Hasil tebu bagus kalau mesin pengolah tebu kondisinya juga bagus. Namun kalau mesin kurang baik, jadinya kurang maksimal," katanya.

Dia menambahkan untuk kebutuhan gula nasional saat ini sudah cukup. Sehinggga pemerintah tidak perlu melakukan impor gula untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

Menurutnya, impor gula rafinasi boleh saja asal sesuai kebutuhan industri. Prinsipnya jangan berlebih. "Untuk gula yang beredar di masyarakat tetap harus gula lokal milik petani," pungkas dia.

(bgs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads