Menperin: Orang RI Malas Pakai Barang Merek Lokal Karena Gengsi

Menperin: Orang RI Malas Pakai Barang Merek Lokal Karena Gengsi

- detikFinance
Kamis, 14 Mei 2015 11:18 WIB
Menperin: Orang RI Malas Pakai Barang Merek Lokal Karena Gengsi
Jakarta - Produk industri kecil dan menengah asli Indonesia dinilai mempunyai kualitas tinggi, namun kurang dikenal. Masyarakat lebih suka menggunakan produk yang punya merek terkenal dari luar negeri.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, kurangnya promosi dan pengenalan terhadap produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) menjadi persoalannya. Pemerintah, lanjut Saleh, bakal mendorong promosi produk-produk asli Indonesia agar lebih dikenal. Lebih jauh lagi untuk diekspor.

"Tentu ini yang kita akan terus melakukan branding dan pelatihan industri kecil menengah, mutu dan kualitasnya sendiri, branding dan promosi," kata Saleh, ditemui usai Breakfast Meeting bersama Menteri IKM Afrika dan ASEAN di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (14/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Saleh, masyarakat masih mengedepankan gengsi dalam membeli produk, baik itu fesyen, makanan atau produk-produk IKM lainnya. Ini terutama berlaku bagi masyarakat menengah ke atas

"Kadang orang masih berpikir nggak luar negeri nggak oke. Padahal kualitasnya sama, bagus. Hanya kadang image (citra), nggak gengsi (kalau pakai barang lokal). Ini yang harus kita ubah," paparnya.

Tak sedikit menurutnya produk-produk bermerek luar negeri pun dibuat di Indonesia. Seperti contohnya produk jaket kulit asal Garut atau sepatu asal Cibaduyut yang diberi merek terkenal bisa laku. Namun ketika tak memakai merek atau merek lokal, produk tersebut sepi peminat.

Saleh juga menyebut, branding dan promosi juga penting agar produk Indonesia dikenal di luar negeri atau merambah pasar ekspor. Agar produk lokal tak hanya laku di pasar dalam negeri, namun juga mendunia.

"Kita harus balik, produk kita yang ke sana (luar)," tuturnya.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads