Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, kurangnya promosi dan pengenalan terhadap produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) menjadi persoalannya. Pemerintah, lanjut Saleh, bakal mendorong promosi produk-produk asli Indonesia agar lebih dikenal. Lebih jauh lagi untuk diekspor.
"Tentu ini yang kita akan terus melakukan branding dan pelatihan industri kecil menengah, mutu dan kualitasnya sendiri, branding dan promosi," kata Saleh, ditemui usai Breakfast Meeting bersama Menteri IKM Afrika dan ASEAN di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (14/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang orang masih berpikir nggak luar negeri nggak oke. Padahal kualitasnya sama, bagus. Hanya kadang image (citra), nggak gengsi (kalau pakai barang lokal). Ini yang harus kita ubah," paparnya.
Tak sedikit menurutnya produk-produk bermerek luar negeri pun dibuat di Indonesia. Seperti contohnya produk jaket kulit asal Garut atau sepatu asal Cibaduyut yang diberi merek terkenal bisa laku. Namun ketika tak memakai merek atau merek lokal, produk tersebut sepi peminat.
Saleh juga menyebut, branding dan promosi juga penting agar produk Indonesia dikenal di luar negeri atau merambah pasar ekspor. Agar produk lokal tak hanya laku di pasar dalam negeri, namun juga mendunia.
"Kita harus balik, produk kita yang ke sana (luar)," tuturnya.
(zul/dnl)











































