Adalah PT Anggiomultimex, yang punya izin dari pemegang merek-merek dunia itu untuk memproduksi sepatu di Indonesia. Pemilik Anggiomultimex, Subagyo Lembono mengatakan, di 1991 dia bersama adik dan rekannya mulai merintis bisnis tersebut.
"Di tahun 1991 kita jadi usaha trading," kata Subagyo kala berbincang di pabriknya, Kamis (14/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah bertahun-tahun menjadi trader, mendapat keuntungan dan modal tercukupi, dia pun mulai membangun pabrik sepatu di Sidoardjo, Jawa Timur. Alasan tuntutan dari kliennya itu pula yang menjadikan pabrik senilai US$ 3 juta atau Rp 39 miliar, itu akhirnya dibangun.
"Pabrik di Sidoardjo itu tahun 2007," kata.
Setelah mengoperasikan pabrik di Sidoardjo seluas 1,3 hektar, Subagyo yang pernah bekerja 1,5 tahun di perusahaan sepatu asal Amerika Serikat (AS) menuturkan, pihaknya membangun pabrik kedua di Tangerang, karena kliennya semakin banyak.
"Karyawan kami ada 2.000 orang sekarang di dua pabrik," katanya.
Kini, dia memiliki lebih dari 10 klien merek-merek sepatu dunia, seperti Lacoste, Oakley, Benetton, Concave, dan sempat juga membuat sepatu merek Prada. Selain itu juga, Anggiomultimex memproduksi produk sepatu sendiri bermerek Aix Aggio, dan Lines namun hanya untuk penjualan dalam negeri.
"Omzet kita per tahun sekitar US$ 0-40 juta . Sekitar Rp 500 miliaran," tutur Direktur Finansial Aggiomultimex, Bruno Saputan.
(zul/dnl)











































