"Ini telah direncanakan secara matang dan 10 unit Boeing 737-800 NG akan menjadi kekuatan alat produksi Sriwijaya Air sampai akhir tahun 2015," ujar Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/05/2015).
Agus menambahkan bahwa secara akumulatif di tahun 2015, Sriwijaya Air akan mengoperasikan pesawat Boeing 737-800 NG sebanyak 15 unit. Dengan bertambahnya armada yang dimiliki, ekspansi Sriwijaya Air terus akan dilakukan termasuk menggarap pasar penerbangan ke China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, market penerbangan ke China cukup potensial. Sehingga perusahaan berani mentargetkan untuk terbang ke negeri Tirai Bambu tersebut.
Pengembangan rute yang akan dilakukan oleh Sriwijaya Air ini adalah success story Sriwijaya Air melayani rute Denpasar-China PP, di antaranya adalah Denpasar–Huangzhou PP, Denpasar–Ningbo PP, Denpasar–Nanking PP dan Denpasar–Cengdu PP.
"Market dari China sungguh luar biasa banyaknya, sehingga kami pun terus mengembangkan penerbangan kesana,” katanya.
Tidak hanya ke China, prioritas sasaran utama lain maskapai Sriwijaya adalah melayani penerbangan domestik. Agus melihat pasar penerbangan domestik juga cukup besar.
"Kami juga terus menggarap pasar domestik, apalagi sinergi dengan Nam Air (anak usaha Sriwijaya Air) telah berjalan dengan mulus. Artinya, pelanggan semakin banyak pilihan rute dan penerbangannya, karena Nam Air dan Sriwijaya Air itu sama," tutupnya.
(wij/ang)











































