Bambang Sad, Direktur Pascapanen dan Pembinaan Usaha, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian mengatakan, jutaan orang di Indonesia bergantung kepada industri tembakau.
"Dilihat dari penyerapan tenaga kerja, sebanyak 6,1 juta orang bergantung kepada tembakau. Sebanyak 900 ribuan merupakan petani tembakau, dari on farm hingga off farm," jelas Bambang dalam peluncuran buku 'Petani Tembakau di Indonesia: Sebuah Paradoks kehidupan' di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (26/5/2015).
Tembakau juga menjadi salah satu komoditas unggulan untuk ekspor di Indonesia.
Dilihat dari nilainya, tahun lalu penerimaan cukai rokok mencapai Rp 116,28 triliun. Dalam 10 tahun terakhir, penerimaan cukai rokok naik 4 kali lipat. Sementara luas areal tanam tembakau tahun lalu mencapai 206 hektar dengan produksi 222,18 ton.
"Indonesia menyumbang 34% pasar tembakau dunia. Namun jika dilihat dari neraca perdagangan, justru hingga 2012 selama 10 tahun defisit US$ 427,7 juta atau defisit 14 kali lipat," kata Bambang.
"Selama 10 tahun terakhir, tembakau belum dapat tempat. Pada kabinet ini, komoditas yang diprioritaskan adalah padi, jagung, dan kedelai. Sementara untuk komoditas perkebunan fokus pada tebu," ujar Bambang.
(Wahyu Daniel/Angga Aliya)










































