Obat dan Vitamin <i>Made in</i> Cimanggis Ini Diekspor ke 20 Negara

Obat dan Vitamin <i>Made in</i> Cimanggis Ini Diekspor ke 20 Negara

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2015 13:38 WIB
Obat dan Vitamin Made in Cimanggis Ini Diekspor ke 20 Negara
Depok - PT Bayer Indonesia memproduksi multivitamin, vitamin, obat-obatan hingga suplemen dan diekspor ke lebih dari 20 negara di dunia. Dalam 3 tahun ke depan, pabrik yang berlokasi di Cimanggis ini bakal mengekspor produknya ke 50 negara.

Head of Supply Center Bayer Indonesia Cimanggis Site, Safak Oner mengatakan, saat ini, Bayer memproduksi beberapa produk seperti Redoxon, CDR, Aspirin, Saridon dan jenis obat dan multivitamin lainnya. Produk-produk tersebut diekspor ke berbagai negara.

"Kita mengekspor ke lebih dari 20 negara. Kita juga sedang menunggu feedback dari beberapa negara tujuan ekspor terkait regulasi, seperti Amerika Serikat (AS), beberapa negara di Eropa," tutur Safak ditemui di sela acara Inauguration Warehouse Facility Expansion Bayer di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2015).

Negara-negara tujuan eskpor obat-obatan made in Cimanggis ini adalah Hong Kong, Filipina, Singapura, Malaysia, Korea, Taiwan, Thailand, Australia, Selandia Baru. Kemudian Vietnam, Kamboja, Inggris, Uni Emirat Arab, Turki, Austria, Rumania, Hungaria, dan Yordania.

Dikatakan Safak, sebanyak 75% semua produksi Bayer di pabrik Cimanggis ini adalah untuk tujuan ekspor, sementara 25% sisanya dijual di dalam negeri.

Dia menuturkan, Bayer akan terus membuka peluang pasar ekspor ke negara-negara lain. Perusahaannya menargetkan akan mengirimkan ‎produk-produk obat dan multivitamin tersebut ke 30 negara lainnya.

"Saya harap 50 negara, dalam 2 sampai 3 tahun ke depan," katanya.

Hari ini, Bayer meresmikan beroperasinya fasilitas gudang baru berkapasitas 7.000 palet dari sebelumnya 3.500 palet dengan nilai investasi 5,1 juta euro‎. Perusahaan juga menggelontorkan 3 juta euro untuk menambah lini produksi effervescent menjadi 54 juta tube per tahun dari kapasitasnya saat ini yang mencapai 36,3 juta tube.

"Itu akan beroperasi sekitar triwulan pertama tahun 2016," tutupnya.

(Zulfi Suhendra/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads