Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Syaiful Rachman dan Agus Zamroni, selaku Direktur PT. JIT sekaligus inventor mesin panen padi, dan puluhan kepala Sekolah SMK se-Jawa Timur menandatangani dokumen MOU (nota kesepahaman) kerjasama produksi.
Menurut Syaiful Rachman, kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan akan kemampuan para SMK di Jawa Timur. "Program ini sangat bagus, tidak hanya untuk menunjang kemampuan para siswa, tapi juga akan mendukung program yang dicanangkan presiden soal ketahanan pangan," kata Syaiful Rachman usai penandatangan MOU, di Hotel Amaris, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2015).
Dari sisi pendidikan, lanjut Syaiful, dengan kerjasama ini sekolah kejuruan dan para siswa akan sangat diuntungkan. Selain bisa langsung praktik, juga akan mampu memahami teknologi produksi mesin.
"Ya ini yang kita harapkan, bahwa saat sekolah sudah bisa praktik dengan tepat karena sudah membuat produk, selanjutnya kembali lagi ke sekolah. Pastilah skill mereka akan semakin terasah," tambahnya.
Ia menambahkan harapan terbesar dari kerjasama ini, makin menanamkan kecintaan terhadap produk karya putra bangsa. "Di Korea Selatan saja saat ini sudah jarang produk-produk dari Jepang, produk teknologi di sana bahkan mulai mengungguli produksi asal Jepang. Tentunya kita juga bisa seperti itu, dan saya berharap ini sebagai salah satu rintisannya," papar Syaiful memberi contoh.
Sementara itu, Direktur PT. JIT Agus Zamroni menambahkan, inventor mesin panen ini mengungkapkan, pesanan awal dari berbagai penjuru tanah air terhadap mesin hasil karyanya kian hari kian banyak, dari yang semula hanya 40 unit yang dipesan pemerintah provinsi Jawa Timur, kini mencapai ratusan unit, termasuk pesanan dari luar pulau Jawa.
"Dengan kerjasama ini, harapan kami pemenuhan kebutuhan mesin panen di Jawa Timur ini akan bisa terpenuhi, sekaligus kita bisa melakukan trasformasi teknologi kepada para siswa SMA," kata Zamroni.
Sedangkan Syamhudi Arifin, selaku ketua program ini, menyatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan program kerjasama ini dengan sebaik-baiknya, meskipun kepercayaan ini bukanlah tugas yang ringan.
"Tentu akan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dan akan makin kita tingkatkan kemampuan tiap sekolah yang turut dalam program ini. Kalau awalnya sebagai program Ponorogo untuk Jawa Timur, dari siswa SMK, kini programnya sudah makin luas yakni dari Jawa Timur untuk Indonesia, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Timur, " cetus pria yang juga Kapala Sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo ini.
(Rista Rama Dhany/Rista Rama Dhany)











































