RI Ajak Inggris Urai 'Kemacetan' Pesawat di Bandara Soetta

RI Ajak Inggris Urai 'Kemacetan' Pesawat di Bandara Soetta

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2015 20:23 WIB
RI Ajak Inggris Urai Kemacetan Pesawat di Bandara Soetta
Jakarta - Lalu lintas pesawat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten dinilai beberapa kalangan sudah cukup padat. Akibatnya pesawat yang akan lepas landas dan mendarat di 2 lintasan yang ada di Bandara Soetta kerap terjadi kemacetan.

Oleh karena itu, untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Bandara Soetta, Indonesia yang diwakili oleh PT Angkasa Pura (AP) II, Perum AirNav, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng National Air Traffic Services (NATS) Inggris.

Direktur Utama AP II Budi Karya menjelaskan kerjasama dengan NATS dilakukan untuk evaluasi dan mencari solusi mengurai kepadatan lalu lintas pesawat di Bandara Soetta. Kemudian nantinya akan ditindaklanjuti dengan pembangunan sarana dan prasarana terutama di sisi darat. Dengan cara ini target yang ingin dicapai adalah 2 lintasan yang ada di Bandara Soetta bisa melayani pergerakan 72 pesawat per jam menjadi 86 pesawat per jam hingga akhir 2015.

"Sekarang pergerakan 72 pesawat per jam mau naikkan ke 86 pesawat per jam mungkin lebih tinggi," kata Budi saat perjanjian kerjasama di Kemenhub, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

NATS digandeng karena memiliki pengalaman membantu mengurai kepadatan Bandara Heathrow di London dan Bandara di Mumbay India. Lebih lanjut Budi mengatakan kerjasama antara Indonesia dan Inggris lebih diarahkan kepada peningkatan prosedur pelayanan, pembangunan infrastruktur, peralatan dan fasilitas serta meningkatkan kompetisi sumber daya Manusia.

"Satu cara baru naikkan produktivitas yakni gandeng NATS. NATS mampu naikkan traffic di Heathrow dan Mumbay. Di Mumbay bahkan 1 landasan bisa 50 pergerakan pesawat kemudian di Heathrow pergerakan luar biasa," ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menyambut baik kerjasama ini. Diharapkan dengan kerjasama kedua negara mampu meningkatkan efisiensi dan keselamatan di sektor transportasi udara.

"Saya berkomitmen nggak ada kesalahan yang dibuat karena kelemahan disiplin dan kesalahan dalam investasi. Dengan NATS diharapkan mampu menaikan disiplin, knowledge," tambahnya.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Moazzam Malik juga optimis kerjasama ini mampu membantu operator bandara dan operator lalu lintas udara di Bandara Soetta dalam mengurai kepadatan.

"Kita memulai kerjasama di Air Traffic Management. NATS itu perusahaan yang kelola wilayah udara Inggris termasuk bandara Heathrow. Bandara tersibuk di dunia dikelola NATS. Kerjasama ini akan memberikan kemampuan dan skill ke AirNav, AP II, dan Kemenhub. Kerjasama ini bisa untuk memperbaiki pengendalian pengendalian lalu lintas udara, naikkan keselamatan, membangun reputasi dan menaikkan revenue," jelasnya.

(wij/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads