"Ya ini kan baru berapa hari. Tapi memang ada permintaan pada senjata kita, baik pembelian atau juga lisence," ujar Dirut Pindad Silmy Karim, saat menerima kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan di Kantor Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kamis (4/6/2015).
Setidaknya ada 5 negara yang telah menyatakan ketertarikannya. Di antaranya negara dari Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
"Sudah ada MoU tapi saya tidak bisa diberitahu karena belum kontrak, jadi jangan dulu. Nanti ada yang menjegal. Baru menang saja, senjata mau dibongkar. Nanti kita sebutkan malah dikilik-kilik. Nanti saja kalau sudah jadi. Sampai saat ini ada 5 negara yang tertarik, yang serius ada 3 negara," ungkapnya.
Ia menyambut baik adanya tanggapan positif dari negara-negara lain. "Karena lisence juga meningkatkan penjualan maupun kebanggaan," katanya.
Silmy berharap, senjata produksi Pindad seperti SS2 bisa setenar senjata api milik Amerika Serikat yakni M16.
"Kalau anak kecil ditanya senjata itu sebutnya M16. Kita juga ingin di Amerika sana orang tahu SS2 kita," tegasnya.
(tya/rrd)











































