"Kita genjot ekspor. Memang kontribusi belum seberapa. Tapi kita akan masuk ke Afrika Barat, di samping juga ke negara ASEAN," kata Direktur Utama Phapros Iswanto saat acara Penyerahan Sertifikasi ISO di Kantor Pusat RNI, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2016).
Langkah Phapros masuk ke pasar luar negeri bukan tanpa sebab. Phapros ingin memperkuat pasar ekspor guna menaikkan komposisi pendapatan dari mata uang asing terutama dolar.
Selama ini, Pasar Phapros didominasi penjualan di dalam negeri sedangkan bahan baku yakni sebanyak 90% harus diimpor. Pelemahan rupiah, kata Iswanto, berdampak terhadap membengkaknya biaya operasi karena mayoritas pendapatan berbentuk rupiah sedangkan pengeluaran berbentuk valuta asing.
"Problem kami sama di industri farmasi. Kita memang sudah antisipasi. Di awal tahun kontrak supplier untuk kebutuhan 1 tahun ke depan. Kita dapat pengurungan harga cukup berharga. Cuma sayang, kontrak awal tahun. Dilawan dengan nilai kurs rupiah yang melemah. Kita ingin mendorong ekspor agar ada natural hedging," ujarnya.
(feb/ang)











































