Follow detikFinance
Rabu 17 Jun 2015, 10:45 WIB

Samsung Produksi Ponsel di Bekasi, Keuntungan Importir Menipis

Angga Aliya - detikFinance
Samsung Produksi Ponsel di Bekasi, Keuntungan Importir Menipis Pabrik Samsung di Cikarang, Jawa Barat (Foto: dok. Samsung)
Jakarta -

PT Samsung Electronics Indonesia sudah mulai memproduksi ponsel di pabrik Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Kabar baik buat konsumen tapi berdampak buat peritel ponsel.

Beberapa distributor atau importir ponsel Samsung di tanah air di antaranya PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE).

"Pembukaan pabrik itu akan memberi dampak minimal kepada peritel handset seperti Erajaya dan TiPhone," kata Mandiri Sekuritas dalam risetnya, Rabu (17/6/2015).

"Kebijakan tingkat persediaan masih tidak berubah dan akan membuat margin perusahaan peritel semakin tipis terutama pada level distributor," ujarnya.

Kendati demikian, kata Mansek, penurunan margin dari penjualan ponsel Samsung di tingkat peritel itu bisa ditutup dari penjualan ponsel merek lain.

"Terutama untuk Erajaya, telah ditutup dari penjualan merek lain seperti Apple, Asus, dan Xiaomi. Sedangkan TELE masih diuntungkan dari profitabilitasnya yang lebih tinggi dari bisnis voucher," tulisnya.

Seperti diketahui, pabrik Samsung di Cikarang akan memproduksi 1,5 juta unit ponsel dan komputer tablet tiap bulan. Total investasi diprediksi sekitar Rp 260 miliar.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik peningkatan jumlah pabrik perakitan domestik yang akan dapat menurunkan nilai impor 7% tahun ini menjadi Rp 74 triliun atau setara 50 juta unit.

Selain Samsung, sudah ada beberapa produsen ponsel yang membuka pabrik perakitan seperti Oppo dan Haier yang menanamkan investasi masing-masing Rp 650 miliar.

(ang/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed