Mobil Listrik Tersandung Kasus, Dasep: Pengembangan Jalan Terus

Mobil Listrik Tersandung Kasus, Dasep: Pengembangan Jalan Terus

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 12:50 WIB
Mobil Listrik Tersandung Kasus, Dasep: Pengembangan Jalan Terus
Dasep Ahmadi bersama mobil listrik buatannya (Foto: dok. detikFinance)
Jakarta - Pencipta mobil listrik, Dasep Ahmadi, terseret kasus hukum terkait mobil listrik ciptaannya. Pria domisili Depok, Jawa Barat, itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaaan Agung dalam dugaan penyimpangan pengadaan 16 unit mobil listrik untuk KTT APEC tahun 2013.

Meski sedang diterpa kasus hukum, Dasep mengaku pengembangan mobil masa depan dan ramah lingkungan ini tetap berjalan. Dengan nada yakin, ia dan tim akan melanjutkan pengembangan kendaraan listrik apapun yang terjadi setelah keputusan pengadilan.

"Pengembangan mobil listrik akan terus meski bila saya nanti ditahan. Kita punya tim, mereka bekerja terus. Saya berusaha tidak berhenti," kata Dasep saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (17/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya optimis nggak bersalah, bila kita ditahan dan kita akan terus pelajari mobil listrik karena istilah mobil listrik bukan hanya Indonesia yang butuh tapi diterima global," sebutnya.

Dasep mengaku dirinya dan tim sedang mengembangkan bus listrik varian terbaru. Bus listrik ukuran sedang dan besar merupakan penyempurnaan dari mobil listrik yang ditampilkan pada acara KTT APEC lalu. Ia merancang bus listrik dengan sistem pengawasan terbaru.

"Kita sedang mengembangkan bus canggih, misal satu kemampuan dilengkapi monitoring system, bus jalan hingga kondisi gimana, bisa diketahui kondisinya dari kantor. Misal ada 100 bus yang termonitor, bisa monitor bus datang ke halte tepat waktu atau tidak hingga sopir ngantuk, dia ketahuan," jelasnya.

Selain mengembangkan bus listrik, Dasep tetap bersemangat mengembangkan mobil listrik tipe lain. Ia bersama tim mobil listrik sedang membangun mobil listrik jenis city car.

"Evina kita coba terus kembangkan. Kita nggak buka untuk publik tapi yang kita buka adalah jenis bus. Evina yang lebih kecil dari tipe Alpard," jelasnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads