Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, saat berbincang dengan detikFinance, di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (17/6/2015).
"Impor kita itu di tahun 2014 sebesar 54 juta unit," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling banyak Samsung, yaitu 24% (secara unit)," tuturnya.
Dari data itu juga, tercatat impor ponsel dan gadget jenis Samsung di 2014 mencapai 13.144.541 unit, dengan nilai US$ 1,4 miliar. Porsi impor Samsung mencapai 45,2%. Samsung kini sudah membuka pabriknya di Indonesia dan berjanji dalam 3 bulan ke depan tak akan lagi mengimpor.
Merek-merek lain yang banyak diimpor Nokia yang mencapai 10.149.478 unit dengan nilai US$ 304,1 juta. Porsi impor Nokia adalah 9,63% dari total impor secara nilai dan 18,54% secara unit. Sedangkan Apple diimpor sebanyak 321.015 unit (0,59%) dengan nilai US$ 157,93 juta (5%).
Impor Blackberry sebanyak 367.251 unit dengan memakan porsi impor secara unit sebesar 0,67%. Sedangkan secara nilai, total impor Blackberry sebesar US$. 54,1 juta atau setara 1,81% dari total nilai impor.
Merek-merek ponsel yang diimpor di 2014 adalah:
- Samsung
- Nokia
- Smartfren Andromax
- Asus
- Oppo
- Apple
- Sony
- Lenovo
- Evercross
- LG
- Blackberry
- Mito
- Advan
- Acer
- MI
- Polytron
- Huawei
- Venera
- I Cherry
- Dan lainnya











































