Tambang Timah Ilegal di Babel Luar Biasa dan Tak Tersentuh

Tambang Timah Ilegal di Babel Luar Biasa dan Tak Tersentuh

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 22 Jun 2015 08:32 WIB
Tambang Timah Ilegal di Babel Luar Biasa dan Tak Tersentuh
Foto: Tambang Timah Ilegal
Jakarta - Penambangan timah ilegal di Bangka Belitung (Babel) Indonesia sudah berlangsung puluhan tahun. Kegiatan terlarang ini belum bisa diatasi padahal merusak lingkungan.

Selain meresahkan, praktik tambang ilegal juga merusak lingkungan. Di darat, lahan-lahan tambang yang sudah dieksplorasi terus digali habis oleh para penambang ilegal.

Di laut, banyak terumbu karang yang rusak karena penambang ilegal ini menyelam, hingga ke dasar laut dan mengeruk habis timah yang ada. Padahal sejatinya, penambangan timah di laut tak diizinkan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PT Timah Tbk, Sukrisno mengatakan, praktik penambangan timah ilegal ini sudah terjadi puluhan tahun. Timah selama ini menjadi komoditas strategis untuk bahan baku industri elektronika seperti telepon seluler (ponsel).

"Sudah lama ini, puluhan tahun," kata Sukrisno kala berbincang dengan detikFinance, beberapa waktu lalu.

Menurut Sukrisno, belum ada langkah yang konkret yang dilakukan ‎untuk membasmi para penambang ilegal. Penambang ilegal ini diduga punya beking, dan ada keterlibatan pihak asing.

"‎Kalau ditindak mau apa nggak. Ini luar biasa memang, nggak tersentuh. Ini saya sudah ke semua menteri disampaikan, BUMN, Perdagangan, Menko Maritim, ESDM," tuturnya.

Sukrisno tak punya data pasti berapa hektar lahan di darat yang dieksploitasi oleh para penambang yang tak punya izin ini. Tapi di laut, menurutnya sudah agak berkurang, meski masih mencapai ribuan hektar.

"Dulu ribuan, sekarang tinggal 1.600-an kapal. Kalau illegal fishing bisa ditenggelamkan, kenapa ini tidak? Tapi kembali lagi. Mau tidak?" tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Jabin Sufianto menuturkan, bukan hal mudah untuk memberantas para penambang ilegal. Dia mengatakan, pemerintah harus melakukan upaya ekstra agar praktik ini bisa diredam.

Menurutnya, tidak mungkin praktik penambangan ilegal, penyelundupan atau praktik kecurangan lainnya bisa dihilangkan secara total. Menurutnya yang paling mungkin adalah hanya memperkecil ruang geraknya‎.

"Hanya bisa meminimalisir, seperti smuggling (penyelundupan). Indonesia itu kepulauan. Kalau mau memberantas penyelundupan itu nggak mungkin. Kita hanya bisa meminimalisir. Saya harap kalau policy-nya lebih bagus, polisinya juga lebih bagus," jelasnya.

Jabin mengatakan, praktik penambangan ilegal khususnya di laut Bangka Belitung memang sulit dihentikan. Menurutnya, pemerintah harus menyediakan lapangan kerja lain yang bisa mengalihkan pekerjaan para penambang liar.

"Siap tidak Bangka Belitung untuk memberi lapangan kerja lainnya untuk mereka ini. Siap tidak nanti menghadapi pencurian atau hal lain yang tak diinginkan. Kalau belum siap, mendingan tutup mata dulu. Mau bagaimana?" katanya.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads