Konsekuensinya bila Indonesia mengurangi pasokan timah sebesar 50% saja per tahun bahkan sampai setop ekspor, maka pasar dunia akan 'ribut'. Termasuk para negara yang selama ini menjadi perantara atau penadah dari timah-timah yang dihasilkan dari Bangka Belitung (Babel) Indonesia.
Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau punya potensi timah yang amat besar. Dari 66.000 metrik ton, Ssbanyak 95% hasil timah Indonesia diekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China, sebagai produsen logam timah terbesar dunia yaitu sebanyak 168.000 metrik ton memakai hampir seluruh hasil tambang timahnya untuk keperluan industri dalam negeri mereka.
Timah merupakan komponen penting dalam banyak produk terutama elektronika. Alhasil, negara-negara industri di dunia bergantung pasokan timah dari Indonesia.
"Kalau kita kurangi 50%, itu ribut semua. Kita pemakaian setiap tahun 350.000 metrik ton pemakaian untuk industri di seluruh dunia. Artinya kalau yang supplynya dikurangi 50.000 metrik ton padahal demandnya itu 350.000 ton, pasti teriak itu," jelas mantan Dirut PT Bukit Asam ini.
Sebanyak 51% timah yang dihasilkan Indonesia diproses menjadi tin solder atau timah solder untuk menyatukan komponen-komponen elektronika, belum memiliki barang penggantinya. Sukrisno mengatakan, hanya ada dua komoditas tambang yang bisa menggantikan peran dan fungsi timah, yakni emas dan perak.
"Tak mungkin yang namanya ponsel disolder pakai perak, pasti mahal. Apalagi dengan emas, pasti lebih mahal lagi. Pasti dengan timah. Makanya itu, ini strategis," katanya.
Sukrisno mengatakan, negara-negara yang menggunakan timah dari Indonesia adalah negara yang maju di bidang industri elektronika. PT Timah mengekspor timah ke berbagai negara maju.
"Amerika, Eropa, paling banyak Asia, ke Jepang dan Korea Selatan," tuturnya.
Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia Jabin Sufianto mengatakan, Indonesia memang punya pengaruh di pasar timah dunia karena pasokannya yang cukup besar. Namun jika Indonesia menghentikan atau mengurangi ekspor, praktik penyelundupan atau penambangan ilegal akan semakin marak.
"Dunia sangat butuh kita. Tapi nanti penyelundup akan semakin banyak kalau dihentikan," tuturnya.
(zul/hen)











































