Muncul anggapan, asal timah tersebut berasal dari Indonesia yang merupakan produsen terbesar ke dua di dunia. Timah dari Indonesia diselundupkan oleh cukong asal Thailand.
Direktur PT Timah, Sukrisno mengatakan, tak ada bukti yang pasti untuk membuktikan hal tersebut benar adanya. Tapi indikasi mengarah kuat ke fakta tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data internasional yang dimaksud Sukrisno adalah data dari ITRI, organisasi yang bergerak di bidang industri dan pasar timah dunia. ITRI menyebut, di 2014 produksi bijih timah Thailand 0 atau tidak ada sama sekali. Tapi Thailand bisa memproduksi 16.110 metric ton (MT) logam timah.
Begitu juga dengan Malaysia, yang hanya memproduksi biji timah sebanyak 3.610 MT namun bisa memproduksi sampai 32.190 MT.
Seharusnya, Sukrisno mengatakan, produksi bijih timah jika diolah dan dikonversi menjadi logam timah, hasilnya tak akan beda jauh.
"Kalau 3.500 ya 3.500 itu maksimal. Jadi nggak mungkin itu jadi 10.000," katanya.
Sedangkan Indonesia di 2014 lalu memproduksi biji timah sebanyak 86.350 MT, dan diolah menjadi logam timah sebanyak 66.000 MT.
(zul/rrd)











































