Menperin: Thailand Tak Punya Timah Tapi Bisa Ekspor

Menperin: Thailand Tak Punya Timah Tapi Bisa Ekspor

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2015 18:05 WIB
Menperin: Thailand Tak Punya Timah Tapi Bisa Ekspor
Jakarta - Penambangan timah ilegal terjadi secara massal dan terang-terangan di Bangka Belitung. Hasilnya banyak diselundupkan ke negara tetangga salah satunya ke Thailand yang memproduksi timah tahun lalu sebanyak 16.110 metric ton (MT).

Makanya tidak heran, Thailand yang tidak memiliki tambang timah namun bisa ekspor timah cukup besar.

"Tentu banyak yang kita tahu, ada beberapa negara yang nggak punya timah, justru bisa mengekspor timah. Contohnya Thailand," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, ditemui di Komplek Istana Negara, Selasa (23/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saleh mengatakan, yang disayangkan walau Indonesia punya banyak timah, produksinya besar, tapi belum ada industri turunan yang mengolah timah.

"Harusnya kan timah itu bisa diolah, harusnya kan timah yang saat ini menjadi industri turunannya. Tapi di kita ada industri turunannya tapi belum besar, nggak sebesar potensi timah di Indonesia. Karena industri turunan timah kecil, ya kita tahu timah ilegal yang keluar itu cukup besar," ungkap Saleh.

Seperti diketahui, timah asal Indonesia banyak digunakan untuk industri elektronika dunia termasuk produk ponsel-ponsel merek terkenal. Jangan kaget, produk ponsel atau elektronik canggih di tangan Anda memakai timah asli dari Indonesia.

Timah merupakan salah satu komponen penting untuk produk elektronika. Timah, khususnya timah solder (tin solder) dipakai untuk menggabungkan komponen-komponen elektronika dalam printed circuit board (PCB), untuk sebuah produk elektronika. Jika tak ada timah, bisa dipastikan produk tersebut tak akan berfungsi.

Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia Jabin Sufianto mengatakan, ‎sebagai konsumen timah Indonesia, beberapa pabrikan elektronika terkenal membuat suatu group timah yang diberi nama Tin Working Group yang beranggotakan Apple, Tata Steel, Samsung, juga BlackBerry‎.

Apakah timah yang dipakai perusahaan-perusahaan tersebut ilegal?

"Saya baru ketemu delegasinya awal bulan. Itu untuk membahas sourcing dari Indonesia yang baik itu seperti apa. Supaya mereka nggak dituduh (pakai timah) ilegal. Mereka juga mau tahu dunia pertimahan Indonesia ini. Intinya mau memperbaiki dan bantu Indonesia juga," tutur Jabin.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads