Tebak, Mahalan HP Impor atau Buatan Dalam Negeri?

Tebak, Mahalan HP Impor atau Buatan Dalam Negeri?

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 07:05 WIB
Tebak, Mahalan HP Impor atau Buatan Dalam Negeri?
Jakarta - Indonesia boleh berbangga, beberapa produsen telepon seluler sudah mulai produksi di dalam negeri. Terakhir, merek besar seperti Samsung sudah merakit ponsel di dalam negeri. Namun, dengan dibuat di Indonesia, apakah ponsel tersebut lebih murah ketimbang diimpor langsung dari luar negeri?

Logikanya, seharusnya ponsel yang dibuat di dalam negeri bisa lebih murah dibanding produk impor. Tapi kenyataannya, tidak. Ponsel yang dibuat di dalam negeri justru lebih mahal ketimbang ponsel impor, meski tipe, bentuk, atau produknya sama persis.

"Kalau yang harga di dalam negeri lebih mahal," tutur‎ Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Ignasius Warsito kepada detikFinance, Kamis (25/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warsito mengatakan, hal yang menyebabkan barang impor lebih murah dibanding barang yang sudah diproduksi di dalam negeri adalah bea masuk impor.

Bea masuk impor produk jadi saat ini adalah nol persen. Artinya, ponsel batangan yang sudah jadi dari luar negeri bebas bea impor.

Sementara untuk ponsel yang dirakit di dalam negeri, kena bea masuk impor komponen 5-10%. Itu berarti, ada biaya tambahan yang ditanggung produsen di dalam negeri,

Warsito menyebut, 80% komponen produksi ponsel di dalam negeri masih diimpor, jadi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)-nya baru mencapai 20%, dan akan ditingkatkan menjadi 30% di 2017.

"Jadi kalau bicara normatif, yang diproduksi dalam n‎egeri itu lebih mahal. Kalau tidak ada insentif yang diberikan, di dalam negeri itu ongkos produksinya akan lebih mahal," tuturnya.

Perihal harga yang ditetapkan, menurut Warsito, tergantung dari distributor atau pihak penjual yang mendapat kiriman barang oleh produsen. "Kalau distribusi volumenya besar, itu akan lebih efisien,"

Pemerintah, menurutnya, sudah memberikan berbagai insentif pajak bagi produsen agar biaya produksi di dalam negeri bisa lebih murah. Namun, hal tersebut masih belum bisa membuat biaya produksi dan harga ponsel itu lebih murah.

(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads