14 Kontainer Udang dan Ikan Tak Bersertifikat Ditahan di Priok

14 Kontainer Udang dan Ikan Tak Bersertifikat Ditahan di Priok

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 12:56 WIB
14 Kontainer Udang dan Ikan Tak Bersertifikat Ditahan di Priok
Jakarta - Hari ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Tipe A Bea Cukai Tanjung Priok berhasil menahan 14 kontainer berisi udang dan ikan beku tujuan ekspor. Sebanyak 14 kontainer tersebut rencananya akan dikirim ke Vietnam dan China.

"Kemarin sore kita bicara dengan Bea Cukai dan berhasil menangkap 14 kontainer di Tanjung Priok yang berisi udang dan ikan beku beku yang ingin diselundupkan ke Vietnam," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Sebanyak 14 kontainer tersebut ditahan karena tidak memiliki sertifikat kesehatan atau health sertificate yang diterbitkan oleh Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Padahal menurut Susi, ekspor ikan dari Indonesia tidak dikenakan pajak namun diharuskan mendapatkan sertifikat kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"‎Di negeri ini kita memang harus mulai menertibkan seperti ini. Ini nggak ada pajak ekspor dan main diselundupkan tidak pakai health sertificate yang dikeluarkan oleh Karantina," tambahnya.

Hingga saat ini, ke 14 kontainer masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun identitas kepemilikan 14 kontainer itu adalah PT Sukses Seluas Segoro berisi frozen squid tujuan China, CV. Mitra Energi Sukses berisi frozen squid, frozen cuttle fish, dan frozen mix fish tujuan Vietnam.

CV. General Sukses Gemilang berisi frozen shrimp tujuan Vietnam, PT Kusuma Suisan Jaya berisi salted jelly fish ke Vietnam, CV. Mandiri ‎Agung Sejati berisi salted jelly fish dan frozen conger eel, reborn fish, red snapper, makarel tujuan Vietnam.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads