Target Modi yang baru saja terpilih tahun lalu, menjadikan sektor manufaktur yang padat tenaga kerja, meningkat kontribusinya terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Saat ini, kontribusi sektor manufaktur di India untuk PDB adalah 17%, dan ingin ditingkatkan menjadi 25% dalam 10 tahun ke depan.
Menggenjot pertumbuhan sektor manufaktur jadi satu-satunya cara India bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, untuk 10 juta remajanya, yang akan masuk ke dalam angkatan kerja tiap tahun. Jumlah ini akan terus bertambah tiap tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pemimpin China, Deng Xiao Ping, melakukan inisiatif yang sama seperti Modi pada 1992 lalu. Di awal 1990an, porsi industri manufaktur China terhadap dunia hanya 2,6%, turun dari 2,9% di 1980. Setelah 1992, sektor manufaktur negara ini naik tinggi, menjadi 7,1% di 2000 dan 24,9% di 2013.
Bagaimana China melakukannya? Ada 4 kebijakan yang membantu China mendorong pertumbuhan industri manufakturnya.
Bangun Infrastruktur Untuk Kebutuhan Masa Depan
Selama 35 tahun terakhir, China merupakan negara paling agresif membangun infrastruktur di dalam negerinya--jalan, rel kereta, kanal air, energi, pelabuhan, bandara, dan telekomunikasi.
Seperti dilansir dari CNBC, Jumat (26/6/2015), McKinsey Global Institute melaporkan, sepanjang 1992-2011, China menghabiskan 8,5% dari PDB-nya untuk infrastruktur. Ini terbesar dibanding negara mana pun. Selama periode tersebut, India menghabiskan 4,7% dari PDB-nya untuk infrastruktur, sementara Amerika Latin 2,3%.
Investasi untuk infrastruktur masa depan, artinya membangun infrastruktur untuk kebutuhan puluhan tahun ke depan. Ini bisa mengakomodir kebutuhan dalam jangka panjang, menggenjot produksi dan mengurangi cost atau biaya.
Kondisi infrastruktur fisik India saat ini tidak jauh berbeda dengan China di awal 1990an. Saat ini, India harus mulai menyisihkan anggaran infrastruktur 9-10% dari PDB secepat mungkin.
Kembali ke China, negeri tirai bambu ini membuat kebijakan dengan mengembangkan industri sesuai dengan kondisi geografis wilayah. Industri unggulannya adalah yang beroritentasi ekspor, dan bergerak di bidang barang konsumsi (seperti tekstil, sepatu, dan mainan) serta infrastruktur, dan real estate beserta industri terkaitnya (baja, semen, kaca, konstruksi, peralatan, dan galangan kapal).
Wilayah pesisir timur China menjadi daerah pemimpin industri, terutama dari Shanghai ke Guangdong. Dalam dokumen akademis, secara historis, wilayah ini menjadi rumah dari para pengusaha atau entrepreneur di China. Wilayah ini juga menikmati kedekatannya dengan Hong Kong dan Taiwan.
Negara ini juga membiarkan banyak sektor dan wilayah menjadi penggagas dari industri manufaktur tertentu. Dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk belajar mengembangkan industri yang sama.
Mulai 1990an, China juga mulai membongkar batasan dari investasi asing (foreign direct investment/FDI). Kebijakan reformasi ini dilakukan dengan membuat zona ekonomi khusus, dengan kemudahan investasi dan banyaknya insentif pajak. Laju investasi di China naik dari 0,8% dari PDB menjadi 3,4% dari PDB di 2000.
Investasi asing di China berjalan dengan bagus. Perusahaan multinasional yang masuk, membawa jaringannya berkembang di negara tersebut. Akhirnya secara jangka panjang, ekonomi dari sektor non keuangan lebih berkembang dari sektor keuangan.
Berkembang derasnya investasi di China, makin diuntungkan dengan pertumbuhan tenaga kerja muda di negara tersebut. Berbagai pelatihan kerja dilakukan untuk para pemuda, lewat sekolah kejuruan. Pada 1980an, hanya 19% anak muda yang merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Namun, dengan meningkatnya kebutuhan pekerja, di 2001, jumlah pemuda lulusan SMK naik jadi 45%, atau sekitar 6-7 juta orang per tahun. Kebijakan ini juga memastikan, 90-100% pekerja muda di pabrik-pabrik adalah pekerja terlatih.
Kondisi ini juga yang sedang dilakukan oleh India. Bank Dunia memperkirakan, ekonomi India bisa tumbuh cepat mengalahkan China, dan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya di dunia.
Semoga Indonesia juga bisa mengikuti cara ini dalam mendorong industrinya, dan menjadikan ekonomi negara maju.
(dnl/hen)











































