Ironis, Impor 2 Barang Ini Lebih Murah Daripada Dibuat di RI

Ironis, Impor 2 Barang Ini Lebih Murah Daripada Dibuat di RI

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2015 07:34 WIB
Ironis, Impor 2 Barang Ini Lebih Murah Daripada Dibuat di RI
Jakarta - Indonesia sebenarnya sudah punya industri yang menghasilkan produk pengganti impor. Sebut saja industri telepon seluler dan gadget, serta industri galangan kapal yang memproduksi kapal-kapal laut. Tapi ironisnya, produk yang diimpor justru lebih murah dibanding saat diproduksi di dalam negeri.

Industri ponsel misalnya. Sejumlah produsen telepon seluler sudah mulai menghasilkan produk made in Indonesia. Itu semua dilakukan, agar impor ponsel tidak terus menerus dilakukan yang membutuhkan banyak dolar, sementara konsumsi di dalam negeri tinggi. Tahun 2014 kemarin saja, sebanyak 50 juta unit ponsel dan gadget impor membanjiri pasar dalam negeri.

Tapi sayangnya, impor ponsel batangan justru lebih murah dibanding membuat ponsel di dalam negeri. Meski dalam konteks harga belum tentu lebih murah, tapi yang pasti dari ongkos produksi, ponsel yang dibuat di dalam negeri jatuhnya lebih mahal dibanding produknya diimpor langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu produsen ponsel yang pabriknya di Tangerang, Oppo Indonesia pun mengakui hal tersebut. Media Engagement Oppo Indonesia, Aryo Meidianto mengatakan, persoalannya ada pada bea masuk impor. Produsen ponsel masih mengimpor komponen dari luar negeri yang dikenakan bea masuk impor. Sedangkan saat mereka mengimpor ponsel secara utuh, tak ada bea masuk yang dikenakan.

"Kalau komponen per part kena pajak, 1,2,3 itu kan repot. Jatuhnya jadi lebih besar," tutur Aryo kepada detikFinance, pekan lal‎u.

Direktur Eletktronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ignasius Warsito pun mengatakan demikian. Pemerintah memberikan bantuan berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen tersebut. Namun, produsen mengaku belum mendapatkan keringanan pajak tersebut. Hal ini dikhawatirkan menjadi disinsentif bagi investor.

Selain ponsel, kapal-kapal yang dibuat di Indonesia pun lebih mahal dibanding yang diimpor. ‎Salah satu penyebab banyaknya kapal yang diimpor dibanding memberdayakan kapal yang diproduksi galangan di dalam negeri adalah persoalan harga. Harga kapal impor lebih murah dibanding kapal yang dibuat di Indonesia.

"Karena harga (lebih mahal dalam negeri)," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin ditemui di Istana Merdeka, Senin kemarin.

Tak berbeda jauh dengan ponsel, penyebab harga kapal impor lebih murah adalah pajak. Ada pajak yang harus ditanggung pengusaha galangan kapal di dalam negeri, kecuali industri galangan kapal di Batam yang sudah bebas pajak.

"Kalau di dalam negeri kan dia ada berbagai macam pajak. Ini yang kemarin kita berjuang untuk diturunkan jadi nol. Dan juga niat baik untuk memesan dalam negeri," tambahnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah sigap menyiapkan langkah strategis. Apalagi, dibutuhkan kapal banyak untuk mendukung program poros maritim Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah bakal segera membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk semua industri galangan kapal, tak hanya di Batam. Dengan cara demikian, maka harga kapal di dalam negeri dapat bersaing dengan kapal impor.

"PPN akan dibebaskan menjadi nol persen," kata Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo.

Saatnya pemerintah membela produk dalam negeri, agar kompetitif dengan produk impor.

(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads