Indonesia juga kaya akan mineral ini, yang banyak terdapat di Bangka Belitung (Babel). Sayang, banyaknya tambang ilegal, membuat tanah jarang ikut diselundupkan bersama pasir timah. Beda jauh memang, soal pengelolaan sumber daya antara Indonesia dengan China.
"Sekarang yang mendominasi βitu Tiongkok, monopoli itu ada di Tiongkok," tutur Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot S Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China saat ini mendominasi 70% potensi tanah jarang di dunia. "Sebanyak 70% produksi tanah jarang di dunia itu ada di Tiongkok," tuturnya.
Djarot menyebut, ada kekhawatiran dari negara-negara industri seperti Jepang, atau Amerika Serikat, jika China menggunakan komoditas tersebut sebagai sarana politik. Yaitu China mengembargo ekspor tanah jarang ke negara luar.
"Itu bisa menjadi bahan politik mereka. Misalnya tidak mengekspor ke Jepang atau ke Amerika. Kan jadi masalah besar bagi mereka," tuturnya.
(zul/dnl)











































