Kuasai 70% Tanah Jarang di Dunia, China Jadi Raja Industri Elektronik

Kuasai 70% Tanah Jarang di Dunia, China Jadi Raja Industri Elektronik

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2015 08:27 WIB
Kuasai 70% Tanah Jarang di Dunia, China Jadi Raja Industri Elektronik
Foto: Tambang Timah Ilegal
Jakarta - Pasir timah biasanya mengandung pasir monazite sebagai mineral ikutannya. Monazite ini mengandung mineral tanah jarang (rare earth), uranium dan thorium. Sebanyak 50% cadangan tanah jarang dunia berada di China.

Indonesia juga kaya akan mineral ini, yang banyak terdapat di Bangka Belitung (Babel). Sayang, banyaknya tambang ilegal, membuat tanah jarang ikut diselundupkan bersama pasir timah. Beda jauh memang, soal pengelolaan sumber daya antara Indonesia dengan China.

"Sekarang yang mendominasi β€Žitu Tiongkok, monopoli itu ada di Tiongkok," tutur Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot S Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (2/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djarot mengatakan, tak heran industri elektronik berteknologi di China berkembang pesat. Karena tanah jarang adalah komponen penting dalam sebuah produk elektronik berteknologi tinggi.

China saat ini mendominasi 70% potensi tanah jarang di dunia. "Sebanyak 70% produksi tanah jarang di dunia itu ada di Tiongkok," tuturnya.

Djarot menyebut, ada kekhawatiran dari negara-negara industri seperti Jepang, atau Amerika Serikat, jika China menggunakan komoditas tersebut sebagai sarana politik. Yaitu China mengembargo ekspor tanah jarang ke negara luar.

"Itu bisa menjadi bahan politik mereka. Misalnya tidak mengekspor ke Jepang atau ke Amerika. Kan jadi masalah besar bagi mereka," tuturnya.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads