Indonesia punya harta karun terselubung yang disebut tanah jarang atau rare earth. Tanah jarang ini paling banyak terdapat di Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Djarot S Wisnubroto mengatakan, tanah jarang adalah hasil dari pemisahan pasir monazite. Monazite menghasilkan tanah jarang dan juga pasir yang mengandung zat radioaktif seperti uranium dan thorium, yang dikenal sebagai bahan bakar reaktor nuklir. Di provinsi tersebut, monazite potensinya cukup besar.
"Bangka ke Kalimantan Barat itu daerah yang berpotensi menghasilkan pasir monazite yang mengandung tanah jarang," tutur djarot kala berbincang dengan detikFinance, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Vietnam juga punya potensi, Malaysia juga punya," lanjutnya.
Pasir monazite yang mengandung tanah jarang dan uranium serta thorium bisa ditemui di tambang-tambang timah. Tak heran, Bangka menjadi salah satu daerah yang paling banyak potensi harta karun ini. PT Timah menyebut tanah jarang ini adalah timah ikutan atau 'limbah' dari hasil eksplorasi pasir timah.
Tak sedikit juga yang diselundupkan bersamaan dengan tambang-tambang timah yang dikeruk habis secara ilegal.
(zul/rrd)











































