Dari Bakrie Hingga Mitsubishi Incar Harta Karun Tanah Jarang di RI

Dari Bakrie Hingga Mitsubishi Incar Harta Karun Tanah Jarang di RI

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2015 11:40 WIB
Dari Bakrie Hingga Mitsubishi Incar Harta Karun Tanah Jarang di RI
Jakarta - Indonesia punya banyak harta karun yang berasal dari pasir monazite, mineral yang mengandung tanah jarang (rare earth) juga uranium dan thorium sebagai bahan baku reaktor nuklir. Banyak perusahaan yang ingin mendapatkan barang langka tersebut.

Saat ini, PT Timah bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk mengolah monazite. PT Timah mengambil hasil rare earth untuk keperluan industri, sedangkan Batan mendapatkan bagian mineral yang mengandung uranium dan thoriumnya. β€ŽProses tersebut dilakukan di sebuah pabrik kecil di Bangka, dan diteliti oleh Batan di laboratorium.

"Juli atau Agustus ini diperkirakan sudah beroperasi," kata Kepala Batan Djarot S Wisnubroto kepada detikFinance, Jumat (3/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djarot mengatakan, tak hanya PT Timah, banyak perusahaan-perusahaan yang menginginkan mineral ini. Karena nilainya sangat tinggi dan termasuk harta karun langka, tak banyak yang punya.

"Bakrie juga pengen. Lalu Mitsubishi ingin juga karena untuk keperluan industri otomotif mereka," tuturnya.

Namun, hingga kini Batan menyatakan masih belum berpikir untuk bekerjasama dengan asing atau pihak lainnya. "Kami inginnya BUMN dulu," tuturnya.

Perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan rare earth karena punya nilai jual yang tinggi. Direktur PT Timah Sukrisno pernah menyebut, harga jual dari rare earth bisa mencapai 10 sampai 12 kali lipat dari timah. Rare earth sendiri banyak dipakai untuk keperluan industri elektronik hingga otomotif berteknologi tinggi sampai pesawat ulang-alikβ€Ž.

(zul/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads