Saat ini, PT Timah bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk mengolah monazite. PT Timah mengambil hasil rare earth untuk keperluan industri, sedangkan Batan mendapatkan bagian mineral yang mengandung uranium dan thoriumnya. βProses tersebut dilakukan di sebuah pabrik kecil di Bangka, dan diteliti oleh Batan di laboratorium.
"Juli atau Agustus ini diperkirakan sudah beroperasi," kata Kepala Batan Djarot S Wisnubroto kepada detikFinance, Jumat (3/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bakrie juga pengen. Lalu Mitsubishi ingin juga karena untuk keperluan industri otomotif mereka," tuturnya.
Namun, hingga kini Batan menyatakan masih belum berpikir untuk bekerjasama dengan asing atau pihak lainnya. "Kami inginnya BUMN dulu," tuturnya.
Perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan rare earth karena punya nilai jual yang tinggi. Direktur PT Timah Sukrisno pernah menyebut, harga jual dari rare earth bisa mencapai 10 sampai 12 kali lipat dari timah. Rare earth sendiri banyak dipakai untuk keperluan industri elektronik hingga otomotif berteknologi tinggi sampai pesawat ulang-alikβ.
(zul/rrd)











































