Tambang Timah Ilegal di Babel Masih Merajalela

Tambang Timah Ilegal di Babel Masih Merajalela

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2015 14:57 WIB
Tambang Timah Ilegal di Babel Masih Merajalela
Jakarta - Pasca kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bangka Belitung (Babel) Minggu (21/6/2015) lalu, salah satunya menyoroti kondisi penambangan timah ilegal. Namun, hingga sampai saat ini penambangan timah ilegal masih marak terjadi di Babel.

"Masih tetap ada, karena yang ilegal itu alatnya," tutur Direktur PT Timah Sukrisno, kepada detikFinance, Selasa (7/7/2015). Sukrisno juga ikut dalam rombongan Jokowi ketika meninjau tambang timah di Babel.

‎Sukrisno‎ mengatakan, hingga saat ini praktik tersebut masih ada, karena penambang-penambang tersebut rencananya akan 'diputihkan'. Caranya adalah mendorong mereka menggunakan alat tambang yang memenuhi persyaratan‎ dan standar keselamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus bagaimana membina dengan melegalkan alat yang dipakai. Alat yang sekarang itu tidak memenuhi keselamatan bekerja," kata Sukrisno.

Dia mengatakan, PT Timah merancang sebuah alat penambang yang memenuhi syarat dan standar keselamatan untuk diajukan. Namun, harganya masih tergolong mahal.

"PT Timah sebenarnya sudah punya kajian mengenai itu, perlu direvisi lagi supaya lebih mudah dan lebih murah. Ini sudah ditindaklanjuti dengan Kementerian ESDM, di tingkat Menteri Koordinator sudah ada diskusi. Artinya masih dicarikan jalan. Sampai sekarang masih tetap ada seperti itu. Yang diusulkan itu Rp 225 juta dulu, nggak tahu sekarang," jelasnya.

‎Sukrisno mengatakan, yang beroperasi saat ini adalah kapal jenis pontoon dengan alat seadanya dan tidak memiliki standar keselamatan.

"Yang dipakai pontoon isap produksi itu tidak memenuhi syarat keselamatan kerja dan lingkungan. PT Timah punya rancangannya, memenuhi syarat keselamatan kerja dan lainnya. Kalau itu legal kan hasilnya bisa ditampung itu PT Timah. Eksekutornya itu sedang dibahas terus‎," tutupnya.

(zul/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads