Tak hanya timah, harta karun tanah jarang di Indonesia banyak dicari oleh negara-negara luar. Tanah jarang atau yang juga biasa disebut rare earth punya nilai yang tinggi, juga harga yang mahal. Berapa harganya?
Tanah jarang banyak didapat dari monazite atau mineral ikutan dari proses penambangan timah. Direktur Utama PT Timah, Sukrisno mengatakan, tanah jarang, sesuai namanya adalah barang yang langka dan jadi rebutan karena punya nilai jual yang sangat tinggi.
"Ini kan mahal, banyak yang cari karena langka. Jadi rebutan," tutur Sukrisno kepada detikFinance, Selasa (7/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya 10 kali lebih besar dari timah. Dijualnya per kg," tuturnya.
Jika dihitung, harga timah saat ini diperkirakan mencapai US$ 15.300/ metric ton. Jika dikonversikan ke kilogram (kg) maka, per kg-nya, harga timah bisa mencapai US$ 15,3 atau setara Rp 198.900. Nah, tanah jarang disebutkan Sukrisno bisa mencapai 10 kali lipat dibanding harga timah. Berarti jika diasumsikan harga timah adalah Rp 198.900/kg, maka harga tanah jarang mencapai Rp 1.989.000/kg.
PT Timah tengah membangun pabrik pengolahan tanah jarang berkapasitas 50 kg Monazite (bahan baku) per hari. Pada bulan Agustus nanti diperkirakan pabrik ini bakal beroperasi secara komersial.
(zul/rrd)











































