Perusahaan Pilih 'Cabut' dari Batam, Karena 2 Bulan Didemo Pekerja

Perusahaan Pilih 'Cabut' dari Batam, Karena 2 Bulan Didemo Pekerja

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2015 08:42 WIB
Perusahaan Pilih Cabut dari Batam, Karena 2 Bulan Didemo Pekerja
Pelabuhan di Batam (Foto: Zulfi/detikFinance)
Jakarta -
Perusahaan besar seperti Siemens, Seagate, Japan Servo, dan banyak lagi hengkang dari Batam, Kepulauan Riau, karena tak kuat menghadapi demo pekerja. β€Ž Demo yang dilakukan dinilai anarkis dan tak relevan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau, Cahya menjelaskan soal demo pekerja yang dinilai pengusaha meresahkan.

"Gara-gara PHK, segala macam. Kalau yang namanya PHK itu kan bisa dibawa ke PHI (Pembinaan Hubungan Industrial) segala macam," kata Cahya, kala berbincang dengan detikFinance, Rabu (8/7/2015).

"Kadang PHK 5 orang, yang demonya itu ratusan orang dan berlangsung terus menerus. Kadang dari luar masuk, bukan pekerja 5 orang itu. Kan manajeman melakukan PHK karena ada alasannya. Sah-sah saja kalau saya lihat PHK itu," tuturnya. β€Ž

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Cahya, beberapa pekerja pun melakukan demo karena menuntut tunjangan dan upah naik, seperti pada umumnya. Namun, demonstrasi yang dilakukan justru tak membuat suasana kerja menjadi baik. Bahkan ada salah satu kasus demo yang dilakukan tak berhenti.

"Demonya dua bulan ini. Ini yang mengkahwatirkan. Kita kan tahu aturannya, Apindo tahu mana yang normatif dan tidak normatif. Kami tidak mengerti, serikat pekerja itu menjadi-jadi," jelasnya.

Demonstrasi ini menurut Cahya sudah terjadi sejak 3 tahun belakangan ini. Beberapa perusahaan asing yang tak kuat memghadapi kondisi seperti ini, memutuskan untuk hengkang dari Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Siemens, Japan Servo, Seagate, dan lainnya.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads