Perusahaan besar seperti Siemens, Seagate, Japan Servo, dan banyak lagi hengkang dari Batam, Kepulauan Riau, karena tak kuat menghadapi demo pekerja. β Demo yang dilakukan dinilai anarkis dan tak relevan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau, Cahya menjelaskan soal demo pekerja yang dinilai pengusaha meresahkan.
"Gara-gara PHK, segala macam. Kalau yang namanya PHK itu kan bisa dibawa ke PHI (Pembinaan Hubungan Industrial) segala macam," kata Cahya, kala berbincang dengan detikFinance, Rabu (8/7/2015).
"Kadang PHK 5 orang, yang demonya itu ratusan orang dan berlangsung terus menerus. Kadang dari luar masuk, bukan pekerja 5 orang itu. Kan manajeman melakukan PHK karena ada alasannya. Sah-sah saja kalau saya lihat PHK itu," tuturnya. β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demonya dua bulan ini. Ini yang mengkahwatirkan. Kita kan tahu aturannya, Apindo tahu mana yang normatif dan tidak normatif. Kami tidak mengerti, serikat pekerja itu menjadi-jadi," jelasnya.
Demonstrasi ini menurut Cahya sudah terjadi sejak 3 tahun belakangan ini. Beberapa perusahaan asing yang tak kuat memghadapi kondisi seperti ini, memutuskan untuk hengkang dari Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Siemens, Japan Servo, Seagate, dan lainnya.
(zul/ang)











































