Heran, Upah Sudah Tinggi Tapi Pekerja di Batam Sering Demo

Heran, Upah Sudah Tinggi Tapi Pekerja di Batam Sering Demo

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2015 12:45 WIB
Heran, Upah Sudah Tinggi Tapi Pekerja di Batam Sering Demo
Jakarta - Aksi demo cukup sering dilakukan para pekerja di Batam, Kepulauan Riau. Kondisi ini sampai membuat sejumlah perusahaan asing hengkang. Pengusaha bingung apa yang dituntut pekerja, karena upah minimum kota (UMK) di Batam termasuk tinggi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengaku tidak mengerti ada apa di balik aksi demo yang sudah berlangsung selama 3 tahun belakangan ini. Menurutnya, hubungan industrial di perusahaan cukup baik.

"Kalau kita tidak begitu mengerti urusan di balik itu ada apa sih. Menurut yang kita pantau, hubungan industrialnya cukup bagus," tutur Hariyadi, kepada berbincang dengan detikFinance, Rabu (8/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hariyadi menuturkan, selain hubungan industrial yang baik, upah yang selama ini selalu menjadi tuntutan utama buruh dalam demonstrasi pun bukan jadi persoalan di Batam. Menurutnya, Batam salah satu kota yang memberikan upah yang cukup baik.

"Take home pay jauh lebih bagus di sana, dibanding daerah Sumatera lainnya, termasuk Jawa. Itu dikeluhkan banyak investor asing di sana. Kenapa ini selalu dimobilisasi terus, ini sangat merugikan," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah daerah menyetujui UMK Batam pada 2015 sebesar Rp 2.685.302/bulan. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani juga menetapkan Upah Kelompok yang terdiri dari kelompok 1 sebesar Rp 2.873.273, kelompok 2 Rp 2.715.565, dan kelompok 3 Rp 2.689.196.

Selain itu, beberapa tunjangan pun diberikan untuk para pekerja di Batam. Termasuk rumah tinggal dan lainnya.

"Perumahan juga disiapkan, ada BPJS, ada juga rumah yang sebagian disiapkan atau rusunawa," tuturnya.

(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads