Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengaku tidak mengerti ada apa di balik aksi demo yang sudah berlangsung selama 3 tahun belakangan ini. Menurutnya, hubungan industrial di perusahaan cukup baik.
"Kalau kita tidak begitu mengerti urusan di balik itu ada apa sih. Menurut yang kita pantau, hubungan industrialnya cukup bagus," tutur Hariyadi, kepada berbincang dengan detikFinance, Rabu (8/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Take home pay jauh lebih bagus di sana, dibanding daerah Sumatera lainnya, termasuk Jawa. Itu dikeluhkan banyak investor asing di sana. Kenapa ini selalu dimobilisasi terus, ini sangat merugikan," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah daerah menyetujui UMK Batam pada 2015 sebesar Rp 2.685.302/bulan. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani juga menetapkan Upah Kelompok yang terdiri dari kelompok 1 sebesar Rp 2.873.273, kelompok 2 Rp 2.715.565, dan kelompok 3 Rp 2.689.196.
Selain itu, beberapa tunjangan pun diberikan untuk para pekerja di Batam. Termasuk rumah tinggal dan lainnya.
"Perumahan juga disiapkan, ada BPJS, ada juga rumah yang sebagian disiapkan atau rusunawa," tuturnya.
(zul/dnl)











































