Impor Sosis Asal Malaysia Melonjak, Harganya Lebih Murah 50%

Impor Sosis Asal Malaysia Melonjak, Harganya Lebih Murah 50%

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2015 15:00 WIB
Impor Sosis Asal Malaysia Melonjak, Harganya Lebih Murah 50%
Jakarta - Produk daging olahan impor cukup agresif masuk pasar Indonesia. Daging olahan seperti sosis hingga bakso banyak didatangkan dari Malaysia. Sosis impor dari Malaysia harganya jauh lebih murah hingga 50% dibandingkan dengan produksi lokal.

Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia‎ Ishana Mahisa mengatakan, telah terjadi peningkatan signifikan impor daging olahan sejak bebebrapa tahun terakhir. Di 2012, impor daging sosis dan olahan daging lainnya ‎mencapai US$ 305.612, kemudian melonjak menjadi US$ 5.559.136 di 2014.

"Sedangkan untuk daging di luar sosis itu ada juga kenaikan, di tahun 2012 impor senilai US$ 9,8 juta menjadi US$ 14,24 juta di 2014. Terjadi kenaikan 45% dalam dua tahun," tutur Ishana di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ishana mengatakan, impor sosis yang membanjiri pasar Indonesia kebanyakan berasal dari Malaysia, nilainya mencapai US$ 4,76 juta. "Atau sekitar 85,73% dari total impor (sosis)," katanya.

Ishana menilai, kenaikan impor daging olahan terjadi terutama untuk sosis asal Malaysia. Kondisi ini menurutnya merupakan peringatan serius bagi pemerintah. Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga rata-rata sosis yang diimpor sebesar US$ 2,29 per kg, atau setara Rp 29.770 per kg.

"Sementara harga sosis dengan kualitas sama buatan Indonesia bisa mencapai Rp 60.000 per kg," tambahnya.

Ia menduga, lonjakan impor sosis dari Malaysia pemicunya adalah regulasi pemerintah yang terbit pada Agustus 2013.

Menteri Pertanian kala itu mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No 84 tahun 2013 pasal 9, bahwa produk olahan yang menggunakan bahan baku berasal dari negara belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK), vescular stomatitis, swine vesicular desease‎ dapat dipertimbangkan diimpor jika telah dipanaskan lebih dari 80 derajat celcius selama 2-3 menit. Dan berasal dari daging ruminansia yang telah dilayukan, sehingga PH daging di bawah 5,9.

Selama ini Malaysia diduga mengimpor daging sapi dari India karena harganya jauh lebih murah, namun India masuk dalam negara yang belum bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Indonesia menganut prinsip yang ketat yaitu Country Zone, sehingga hanya impor dari negara yang bebas PMK seperti Australia.

"Hal ini karena jiwa dari Permentan itu dapat mempertimbangkan diizinkan masuknya olahan dengan bahan baku yang tidak boleh kami pakai, sementara harganya jauh lebih murah," tutupnya.



(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads