Follow detikFinance
Rabu 08 Jul 2015, 15:20 WIB

Aksi Demo Pekerja di Batam Bikin Heran Pemerintah Hingga Pengusaha

Maikel Jefriando - detikFinance
Aksi Demo Pekerja di Batam Bikin Heran Pemerintah Hingga Pengusaha
Jakarta - Sejumlah perusahaan besar asing di wilayah Batam memutuskan untuk hengkang akibat aksi demo pekerja yang sering terjadi. Kondisi ini membuat heran pemerintah hingga pengusaha.

Bahkan fenomena ini dikait-kaitkan dengan persaingan antar negara menarik investor, dengan membuat kondisi Batam tak aman. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan aksi demo pekerja di Batam tak sekedar persoalan penetapan upah namun ada pemicu lainnya.

"Fenomena di Batam itu tidak mutlak dari sisi permasalahan di dalam negeri. Tapi akan tentu kita akan angkat menjadi masalah di regional. Kalau misalnya 3-4 perusahaan itu dia hengkang dari Indonesia dan itu sebagian PMA, menjadi pertanyaan bagi kita, iya kan," ungkap Franky di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Franky menjelaskan, perebutan investor antar negara adalah bagian dari kompetisi. Tentu banyak upaya yang dilakukan oleh pihak negara lain untuk menarik investor, tak terkecuali memainkan isu buruh.

"Dalam era kompetisi global atau regional tentu sekarang ini adalah era untuk menarik investasi. Investasi itu kan selain dari insentif dari pada sektor dan infrastruktur yang disediakan, sampailah potensi persaingan yang lain, yaitu sesama negara, antar negara," jelasnya

Dalam keyakinannya, Franky mengatakan investor yang hengkang dari Indonesia tidak akan jauh-jauh mencari lokasi baru. Karena pasar yang dituju tetaplah Asia Tenggara dan sekitarnya.

"Mereka dalam risetnya itus udah menetapkan ASEAN dan Indonesia adalah sesuatu kawasan yang perspektif untuk investasi. Jadi kalau keluar dari Indonesia berarti keluarnya kemana. Saya yakin pasti di negara tetangga," tegas Franky.

Franky Sibarani menyebutkan selama 2015, tidak tampak gejolak buruh yang signifikan, termasuk ketika penetapan upah minimum regional (UMR). "Kalau Batam seperti itu agak aneh. Kalau kasus yang lain, dalam tahun 2015 itu relatif jauh lebih kondusif," ungkapnya.

Ia mengakui ada beberapa kali demo pekerja terjadi seperti di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan lainnya. Namun menurut Franky tidak sampai mengganggu aktivitas investor, apalagi sampai hengkang.

"Artinya tidak ada lagi demo-demo yang mengganggu kinerja dari para investor. Tentu kita ingin sampai dengan akhir tahun terutama dalam penetapan umr itu juga kondusif," paparnya

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengaku tidak mengerti ada apa di balik aksi demo yang sudah berlangsung selama 3 tahun belakangan ini. Menurutnya, hubungan industrial di perusahaan cukup baik.

Hariyadi menuturkan, selain hubungan industrial yang baik, upah yang selama ini selalu menjadi tuntutan utama buruh dalam demonstrasi pun bukan jadi persoalan di Batam. Menurutnya, Batam salah satu kota yang memberikan upah yang cukup baik.

(mkl/hen)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed