"Reaksi Pak Jokowi itu spontan. Baru datang dan ada masukan dari Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) saja, kurang mendapatkan informasi," tutur Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal kepada detikFinance, Kamis (9/7/2015).
βIqbal menepis ada anggapan demo buruh yang terjadi 3 tahun belakangan di Batam ini ada kepentingan asing di dalamnya. Menurutnya, buruh hanya menuntut kesejahteraan yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Iqbal, Presiden Jokowi pun seharusnyaβ mendengarkan cerita dari kalangan buruh, bukan hanya dari kalangan pengusaha.
"Saya rasa kalau both side (kedua sisi), Pak Jokowi tidak akan bersikap demikian. Tidak perlu seperti itu. Itu belum kita sampaikan ke Pak Jokowi. Unjuk rasa di Batam itu lebih kepada perjuangan kaum buruh," katanya.
Presiden Jokowi sempat menanggapi soal maraknya aksi demo pekerja di kawasan industri Batam. Ia juga mengungkapkan keanehan soal fenomena demo tersebut karena hanya perusahaan asing saja yang didemo oleh pekerja.
"Karena kalau tadi yang disampaikan yang didemo kok yang investor-investor asing ini mestinya tanda tanya, tanda tanya kalau seperti itu, feeling saya mengatakan hal yang sama," kata Jokowi di Batam beberapa waktu lalu.
"Persaingan ini bukan persaingan antar perusahaan, bukan persaingan antar kota, bukan persaingan antar provinsi, sudah persaingan antar negara, hati-hati. Saya sudah mulai mencium, yang namanya kawasan industri bukan hanya di Batam saja ada di dekat kita saja, nggak usah sebutkan. Bisa saja bersaing merebut investor dengan cara-cara yang tidak fair," tegas Jokowi pada waktu itu.
Seperti diketahui aksi demo pekerja terhadap perusahaan asing telah membuat investor diam-diam hengkang dari Batam.
(zul/hen)











































