Menperin: Saya Mau Buat Dunia Usaha Happy dan Tidak Pusing

Menperin: Saya Mau Buat Dunia Usaha Happy dan Tidak Pusing

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2015 16:06 WIB
Menperin: Saya Mau Buat Dunia Usaha Happy dan Tidak Pusing
Foto: Menperin Saat Open House di Rumah Dinas (Idris-detikFinance)
Jakarta - Tahun ini, target pertumbuhan industri non migas Indonesia adalah 6,3-6,8%. Pemerintah lewat Kementerian Perindustrian tidak mau membuat aturan yang memberatkan dunia usaha.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, dirinya ingin membuat dunia usaha senang dan merasa nyaman berusaha di dalam negeri.

Pada hari ini, Saleh mengundang sejumlah asosiasi pengusaha, perusahaan domestik dan internasional, hingga Duta Besar negara sahabat untuk bersilaturahmi dalam open house di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam open house tersebut, perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

"Kami bahu membahu membangun industri untuk maju. Walaupun kami tahu pertumbuhan ekonomi global agak melambat. Oleh karena itu, di sinilah kami bahu membahu untuk bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik," jelas Saleh, Jumat (17/7/2015).

Pertumbuhan Industri non migas pada triwulan I-2015 sebesar 5,21% yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di 2015 yaitu sebesar 4,71%. Saleh yakin, di kuartal III-2015, kondisi perekonomian akan membaik. Bahkan dia percaya, target pertumbuhan industri 6,3-6,8% di tahun ini akan tercapai.

"Tentu kami bersama-sama dengan dunia usaha, kami tidak mau membuat aturan-aturan yang memberatkan. Bagaimana kami membuat agar dunia usaha kondusif dan happy agar industri bisa maju," kata Saleh.

Karena itu, Saleh mengatakan, dalam pengambilan kebijakan, dirinya selalu mengajak Kadin dan dunia usaha untuk berdiskusi dan memberikan masukan. Sehingga kebijakan yang dibuat tetap.

"Sehingga kondusif dan tidak dibuat pusing. Sehingga aturan-aturan kami membuat mereka merasa at home (nyaman seperti di rumah)," ungkap Saleh.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads