Sekretaris Asisten Deputi Biro Hubungan Bisnis dan Ekonomi Amerika Serikat, Daniel Sepulveda mengatakan, informasi telekomunikasi dan teknologi adalah poin penting untuk mengembangkan perekonomian sebuah negara. Orang yang memiliki akses ke internet bisa lebih berkembang dalam hal perekonomian.
"Kita percaya ICT (Information and Communication Technology) adalah dasar pengembangan dari ekonomi. Salah satu contohnya adalah orang yang punya rekening bank bisa lebih mudah bertransaksi lewat internet. Internet kita bisa mengakses informasi, bagaimana ICT ini bisa mendorong pengembangan ekonomi," tutur Daniel ditemui di sebuah diskusi di @America, Pacific Place, Jakarta, Rabu (29/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan juga untuk IKM misalnya, punya akses ICT bisa lebih produktif, bisa lebih meningkatkan cara mereka melayani para konsumen. Makanya ini dianggap penting. Itu yang kita pengen dorong di seluruh dunia," jelasnya.
Di Indonesia, lanjut Daniel, penetrasi akses ke internet masih sangat kecil. Pemerintah, lanjut Daniel, harus memeprsiapkan investasi yang tidak sedikit untuk membuat program pengembangan internet. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan akses internet ke seluruh populasi masyarakat.
"Harus bisa menumbuhkan itu dan membuat akses internet ke seluruh populasi. Itu agak sulit karena biayanya tak sedikit. Harus punya program yang cukup mendukung untuk melakukan hal ini, seperti mekanisme subsidi dari pemerintah untuk meningkatkan hal tersebut dan membuat banyak populasi bisa mengakses internet. Dan pastikan kalau semuanya memang mampu mempergunakan internet itu sendiri, dan perusahaan atau IKM bisa menggunakan itu semua untuk membuat lebih produktif lagi," katanya.
Hal itu juga dilakukan di negara-negara lain. Buktinya, lanjut Daniel, hampir semua masyarakat di negara maju seperti Amerika Serikat, juga Jepang melek internet.
"Kita percaya masa depan internet berkaitan erat dengan perkembangan dunia dan salah satunya Indonesia. Di USA, Jepang, Eropa, hampir semua punya konektivitas ke internet. Di mana layanan, ide, aktivitas ekonomi bisa terjadi di sana," jelasnya.
Di tahun 2014 lalu, pengguna internet Indonesia menembus angka 88 juta orang. Sedangkan menurut data dari Google Indonesia, ada 57,7 juta orang adalah pengguna i ponsel pintar atau smartphone yang mana 37% adalah wanita dan 63% lainnya adalah pria.
Sementara itu, menurut Head of Public Policy and Government Relation Google Indonesia Shinto Nugroho mengatakan, berkaitan dengan internet dalam pengembangan perekonomian, pemerintah harus banyak membangun infrastruktur, terutama yang berhubungan dengan informasi teknologi.
"Lalu menyederhanakan regulasi untuk peralatan, device, dan layanan untuk operator. Dan menerbitkan roadmap yang transparan," kata Shinto.
(zul/rrd)











































