Geo isolator ini adalah bahan yang digunakan untuk melapisi meja kristalisasi tanah pada proses pembuatan garam.
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP Sudirman Saad mengatakan, pihaknya menganggarkan dana Rp 150 miliar untuk pengadaan geo isolator. Dengan media ini, pemerintah ingin memberdayakan para petani garam sehingga produktivitas dan kualitas garam lokal bisa meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman mengatakan, dengan alat tersebut, produksi garam petani bisa mencapai 120 ton per hektar.
"Ya itu tadi, per hektarnya 120 ton," kata Sudirman ketika ditanya peningkatan produksi dengan media isolator tersebut.
Selama ini dengan cara konvensional, produksi garam tradisional hanya mencapai 60-80 ton per hektar.
Seperti diketahui, Indonesia masih mengimpor garam untuk kebutuhan industri tahun lalu sekitar 2 juta ton. Sebanyak 50% diantaranya untuk industri kimia, sisanya untuk kebutuhan industri pangan, farmasi hingga ikan asin.
Sementara untuk produksi garam konsumsi rumah tangga dalam negeri masih mencukupi sekitar 1,5 juta ton.
(rrd/hen)











































