Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Agu 2015 12:04 WIB

Jokowi: Ekonomi Kreatif akan Jadi Pilar Perekonomian RI

Maikel Jefriando - detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong para pelaku ekonomi kreatif dalam negeri lebih giat berkarya. Sebab, Jokowi memprediksi ekonomi kreatif ini akan menjadi pilar perekonomian Indonesia.

"Saat saya masuk ke sini, saya merasakan aura kreativitas, bukan karena hanya ini diisi oleh pelaku kreatif, tapi karena saya merasakan banyak sekali ide kreatif," kata Jokowi dalam sambutannya saat pembukaan Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2015).

"Ekonomi kreatif akan menjadi pilar perekonomian. Kita perlu ada lompatan untuk menggenjot berbagai industri, seperti pertanian, perikanan, IT menjadi yang luar biasa bila digerakan oleh industri kreatif," jelasnya.

Jokowi mengatakan, Indonesia punya potensi besar untuk menembus dan mengembangkan industri kreatif. Contohnya seperti industri video game, film, desain, hingga fesyen.

"Kalau ingin bersaing dengan industri canggih, kita akan kalah dengan Jerman, kalah dengan China. Tapi di bidang ekonomi kreatif ini besar peluangnya kita akan jadi pemenang," ungkapnya.

Selain itu, kata Jokowi, ekonomi kreatif akan mendorong nilai tambah yang lebih tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Apalagi ekonomi kreatif bisa tetap mempertahankan budaya bangsa.

"Keyakinan akan sektor ini mendorong saya membentuk Badan Ekonomi Kreatif (BEK). Saya berharap untuk segera bekerja dan bekerja dan berlari cepat memfasilitasi di sektor kreatif," katanya.

Saat ini BEK dipimpin oleh Triawan Munaf. Menurut Jokowi, badan ini akan bergerak secara profesional tanpa dibikin rumit oleh birokrasi.

"Namun harus disadari bersama, menggerakkan ekonomi kreatif perlu energi. Maka dari itu dengan temu kreatif semua pelaku yang terlibat bisa curah pikiran dan gagasan, untuk kemajuan sektor ini," ujarnya.

Jokowi juga mendorong investor untuk masuk tanamkan uang di sektor kreatif Indonesia. Maka dari itu, ekonomi kreatif RI perlu wadah yang bisa menampung para pelaku bertemu investor.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed