Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ignasius Warsito, kala berbincang dengan detikFinance di kantornya, Jakarta, Kamis (6/8/2015).
"Impor ponsel 50 juta lebih di tahun 2014 lalu," tutur Warsito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di semester ini saya belum dapat datanya," kata Warsito.
Data itu juga menyebutkan, impor ponsel dan gadget jenis Samsung di 2014 mencapai 13.144.541 unit, dengan nilai US$ 1,4 miliar. Porsi impor Samsung mencapai 45,2%. Samsung kini sudah membuka pabriknya di Indonesia dan berjanji dalam 3 bulan ke depan tak akan lagi mengimpor.
Merek-merek lain yang banyak diimpor Nokia yang mencapai 10.149.478 unit dengan nilai US$ 304,1 juta. Porsi impor Nokia adalah 9,63% dari total impor secara nilai dan 18,54% secara unit. Nokia belum memiliki pabrik di Indonesia.
Sedangkan ponsel Apple yang diimpor Indonesia mencapai 321.015 unit (0,59%) dengan nilai US$ 157,93 juta (5%). Apple juga belum memiliki pabrik di Indonesia.
Sementara impor ponsel merek BlackBerry sebanyak 367.251 unit dengan porsi impor secara unit sebesar 0,67%. Sedangkan secara nilai, total impor BlackBerry sebesar US$ 54,1 juta atau setara 1,81% dari total nilai impor. BlackBerry belum punya pabrik di Indonesia.
(zul/ang)










































