"Sejauh yang saya lihat justru tren pertumbuhan industri akan naik sampai akhir tahun. Lima bulan inβi justru bakal ada kenaikan di Industri. Lihat saja di saat ekonomi melemah jadi 4,7% justru industri bisa 6,3%," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin ditemui di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
"Karena itu kami masih punya keyakinan kuat kalau Industri kita masih akan tumbuh tidak terpengaruh dengan pelemahan rupiah," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu tidak merata ya. Karena ada yang diuntungkan tentu ada yang kurang beruntung dengan pelemahan rupiah ini. Tapi yang pasti akan tumbuh itu industri farmasi lebih dari 9% tumbuhnya sampai akhir tahun. Kemudian, makanan minuman bisa lebih dari 8%. Ada juga Industri alat berat akan tumbuh," katanya.
"Tapi kalau yang kurang beruntung itu ada industri tekstil. Itu kayaknya sedikit menurun," ungkapnya.
Untuk membantu industri tekstil, Saleh sudah menyiapkan skema untuk restrukturisasi mesin tekstil. Skema ini sudah berjalan sejak lama.
"Bentuknya subsidi pajak. Jadi kalau mereka beli mesin baru untuk gantikan mesin lama yang sudah usang, kita berikan kemudahan pembebasan pajak. Ini sudah berjalan selama 7 tahun," ujarnya.
Maka dari itu, ia berharap para pelaku industri tekstil bisa tumbuh dan bersaing dengan baik. Caranya dengan menghasilkan produk yang lebih baik lagi.
"Harapannya supaya pengusaha tekstil itu bisa lebih bersaing. Kalau produk mereka lebih bersaing mungkin ada yang bisa dihasilkan dengan nilai tambah lebih tinggi jadi dia bisa bangkit di tengah pelemahan rupiah," ujarnya.
(ang/hen)











































