Presiden SAIC-General Motors-Wuling (SGMW) Motor Indonesia, Xu βFeiyun, mengakui tak mudah untuk masuk ke pasar Indonesia yang dirajai produsen-produsen otomotif asal Negeri Sakura, Jepang. Tapi dia begitu yakin produknya akan laku.
"Kita menjamin, kualitas kita oke. Dan soal harga apakah nanti akan lebih murah atau lebih mahal (dari mobil Jepang)β, agak sensitif untuk membicarakannya. Tapi kita akan beri harga yang memuaskan," tutur Xu ditemui di lokasi pabrik pertama SGMW, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri otomotif Tiongkok sudah punya pengalaman lebih dari 30 tahun," tuturnya.
Namun, memang tak mudah untuk menembus kedigdayaan produsen-produsen Jepang yang menguasai 91% pangsa pasar mobil di Indonesia. Oleh karena itu, dia tak mau muluk-muluk untuk mematok target.
"Kita harapkan bisa menembus pangsa pasar 5%," tuturnya.
Terkait alasan pabrik ini dibangun di Indonesia, Menurutnya, Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk bisa menjadi basis produksi Wuling di Asia Tenggara. Nantinya juga, produk mobil multi purpose vehicle (MPV) ini tak hanya akan dipasarkan di Indonesia.
"Kita ingin melihat juga ekspor ke Afrika dan India. Di tahap awal, kita ingin ekspor 10%," tutupnya.
(zul/rrd)











































